Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Pemprov Jawa Timur bergerak pasca adanya bencana genpa bumi di wilayah Kabupaten Situbondo sebesar 6,4 Magnitudo (M) tepatnya di Laut 61 KM Timur Laut Situbondo, Kamis (11/10/2018) dinihari.

Di Jatim ada sejumlah wilayah yang terdampak parah akibat gempa kali ini. Seperti yang terjadi di Kepualauan Sapudi, Kabupaten Sumenep. Selain memakan ratusan korban, juga ada sekitar 246 rumah warga di dua kecamatan, Gayam dan Nunggunung yang mengalami kerusakan. Mulai dari rusak berat rata dengan tanah, sedang dan ringan

Gubernur Jatim Soekarwo menegaskan semua rumah yang rusak akibat gempa  di Sapudi akan menjadi tanggung jawab Pemprov Jatim. Di Kecamatan Gayam ada sebanyak 210 rumah rusak, sedangkan Kecamatan Nunggunung ada 36 rumah rusak

“Semua masyarakat tidak perlu khawatir, karena semua kerusakan akan menjadi tanggung jawab Pemprov Jatim,” tegas Soekarwo ditemui LICOM di Surabaya setelah berkunjung ke lokasi terdampak gempa di Sapudi bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman, Kamis (11/10/2018).

Dijelaskan, pihaknya bekerja sama dengan TNI dan Polri dalam menangani masyarakat yang menjadi korban gempa bumi di Pulau Sapudi, khususnya dalam rangka memperbaiki rumah yang mengalami kerusakan, dan menangani korban yang terluka.

Untuk memperbaiki rumah yang rusak harus dilakukan pemetaan terlebih dahulu, yaitu rusak berat, sedang dan ringan. Kemudian baru bisa dilakukan tindakan perbaikan. Skema seperti ini, sudah pernah dilakukan sebelumnya salah satunya saat terjadi bencana erupsi Gunung Kelud.

“Terkait bencana, khususnya gempa bumi belum ada ilmu yang mengetahui secara pasti kapan terjadi gempa. Oleh sebab itu, harus dipersiapkan sejak dini tim yang siap dalam menangani bencana , yaitu Pemprov Jatim bekerjasama dengan TNI dan Polri,” imbuh Pakde Karwo (sapaan akrab Gubernur Jatim).

Selain itu, Pemprov Jatim juga akan memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat yang menjadi korban akibat gempa. Semua korban akan menjadi tanggung jawab Pemprov Jatim. Sedangkan bagi yang meninggal akan diberikan santunan.

“Sampai saat ini korban  yang meninggal sebanyak tiga orang, dan yang mengalami luka sebanyak dua puluh tujuh orang,” ungkap dia.

Pakde Karwo menambahkan pihaknya juga mengirimkan dokter dari Sumenep ke Pulau Sapudi. Para dokter juga dibekali dengan obat-obatan. Termasuj juga telah dipersiapkan tenda darurat  dan klinik kesehatan oleh Pangdam V/Brawijaya untuk menampung korban gempa bumi.

”Apabila perlu penanganan operasi, misal cedera tulang dan bedah ringan, maka para korban tidak perlu dibawa ke Sumenep tapi langsung ditangani langsung oleh dokter,” tegas gubernur dua periode ini.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menjelaskan pihaknya mengirim 50 angggotanya yang terdiri dari brimob dan Sabara. Kapolda Jatim juga memuji kepedulian para masyarakat Pulau Sapudi, dimana warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah, para tetangga siap untuk menampungnya.

”Kami juga menyiapkan tenda darurat untuk tempat sementara yang dibangun di lapangan. Meskipun terjadi gempa,  kondisi di Pulau Sapudi terpantau kondusif,” tandas Luki.@sarifa