Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Bupati Neneng sebut “Demi Tuhan tidak terlibat” suap Meikarta, Senin malam diciduk KPK
Seperti desain gambar ini wajah proyek raksasa kota baru Meikarta di Kabupaten Bekasi, yang menggiurkan para pimpinan daerahnya, @foto:dream
HEADLINE

Bupati Neneng sebut “Demi Tuhan tidak terlibat” suap Meikarta, Senin malam diciduk KPK 

LENSAINDONESIA.COM: Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin dan 4 anak buahnya level kepala dinas dibekuk KPK, Senin
malam (15/10/2018), diumumkan KPK secara resmi sebagai tersangka skandal “pengkhiatan jabatan” terkait suap
perijinan mega proyek Meikarta di wilayah Kabupaten Bekasi.

Setelah Bupati Bekasi periode 2017-2022 ini resmi dinyatakan tersangka, KPK langsung menangkap Neneng untuk dibawa ke Kantor KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin malam ini. Selanjutnya, tepat Pukul 22.200 WIB, bupati yang kader andal Golkar era kepemimpinan Setya Novanto ini tiba di Kantor KPK bersama tim penyidik KPK.

Penetapan Bupati Neneng sebagai tersangka sekaligus ditangkap, praktis gerak cepat KPK seperti mematahkan pernyatan kontroversi Neneng kepada awak media pada Senin siang (15/10/2018). Bupati ini menyatakan bahwa dirinya tidak ada keterlibatan terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap sejumlah anak buahnya di level pimpinan dinas pada Minggu (14/10/2018).

“Saya bersumpah atas nama Tuhan, Saya engga terlibat atas kasus (OTT) tersebut ,” ungkap politisi Golkar kelahiran Karawang, Jawa Barat, saat diminta tanggapannya terkait penyegelan dan penggeledahan kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi.

Setelah berstatus resmi tersangka dan diciduk KPK, praktis tidak salah masyarakat Kabupaten Bekasi menuding Neneng
yang 30 Juli 2018 lalu, genap berusia 38 tahun ini tak ubahnya “Ratu Hoax”. Pasalnya, dirinya terbukti jadi tersangka atas peran diduga “dalang” suap perijinan proyek raksasa kota baru Meikarta.

Bukan cuma itu. Sebelumnya, banyak pihak di Kabupaten Bekasi menduga Bupati Neneng sebagai orang nomer satu di Pemeritahan Kabupaten Bekasi merupakan aktor utama tingkat kabupaten. Alhasil, proyek pembangunan kota baru
Meikarta oleh perusahaan Lippo Group yang penuh kontroversi dapat berjalan dengan licin dan mulus.

Baca Juga:  Bawa 4 kg sabu ke Surabaya, sepasang kekasih dibekuk

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (periode 2014-2019) sempat mengritisi keras dan menolak memberi restu
pembangunan proyek properti raksasa Meikarta di lahan 500 hektar, karena melanggar ketentuan Pemerintah Provinsi
Jawa Barat. Pemprov hanya mengeluarkan perijinan 84,6 hektar. Karena pertimbangan dampak lingkungan terkait
Amdal (Analisis Dampak Lingkungan).

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dalam keterangan persnya, mengungkap sejumlah kata sandi yang digunakan Bupati Neneng dan kawan-lawan yang diduga merupakan kesepakatan jahat “mengkhianati” sumpah jabatan terkait transaksi suap pemberian sejumlah perizinan pembangunan proyek properti Meikata. Kata-kata sandi diduga untuk mengelabuhi pengendusan aparat penegak hukum, khususnya KPK.

Wakil Ketua KPK juga mengungkapkan, kata sandi yang digunakan itu antara lain, “Melvin”. “Teridentifikasi
penggunaan sejumlah sandi dalam kasus ini untuk menyamarkan nama-nama para pejabat Pemkab di Bekasi, antara lain yaitu: ‘Melvin’, ‘Tina Toon’, ‘Windu’, dan ‘Penyanyi’,” kata Laoede, Senin malam (15/8/2018).

Pernyataan Bupati Neneng kepada awak media Senin siang –sebelum ditangkap Senin malam– sangat disesalkan, karena
seolah membenturkan tindakan OTT KPK. Menanggapi OTT para bawahannya, Bupati Neneng menyatakan sudah pasti berdampak terhadap sejumlah proyek Kabupaten Bekasi. Ia menyebut proyek PUPR yang sempat berjalan, dipastikan mandek untuk sementara waktu.

“Pasti berpengaruh. Pasti terbengkalai. Kita enggak bohong,” kata Neneng, yang alumni Fakltas Kedokteran Yarsi Jakarta, di kantor dinasnya, Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

Faktanya, tidak berlebihan jika Neneng dicap “Ratu Hoax” di Kabupaten Bekasi. Mafhum. semua pernyataannya seolah
bualan belaka. Neneng yang 23 Juli lalu genap berusia 38 tahun, toh akhirnya dipaksa duduk di kursi “panas” penyidik KPK. @sofie