LENSAINDONESIA.COM: Banyaknya pengungsi korban gempabumi dan tsunami Kota Palu, Sulawesi Tengah yang tinggal
di tenda darurat, membuat warga rentan terserang wabah penyakit yang mengancam kesehatan, salah satunya dikarenakan
belum adanya MCK.

Menyikapi kesulitan pengungsi yang cukupi memprihatinkan itu, Prajurit TNI Satgas Penanggulangan Bencana Divisi Infanteri 3/Kostrad (Satgas Divif-3 Kostrad) dari Batalyon Artileri Pertahanan Udara 16/Sula Bhuana Cakti (Yonarhanud 16/SBC) yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) mendirikan sarana umum 1.300MCK (Mandi, Cuci, Kakus) darurat bagi warga korban bencana gempa bumi dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Salah satu lokasi pengungsi yang jadi sasaran didirikan sarana umum MCK darurat secara sederhana, terbuat dari kayu adalah di Desa Kayumalue, Posko Lapangan Dinamika, Kelurahan Kawatuna, Kota Palu, Selasa (16/10/2018).

Tentu, warga pengungsi sangat gembira menyaksikan pembuatan sarana umum Mandi, Cuci, Kakus (MCK) darurat ini.
Fasilitas ini dinilai sangat penting, mengingat MCK merupakan salah satu kebutuhan yang sangat vital bagi warga pengungsi, apalagi yang berkaitan dengan masalah kesehatan.

“Alhamdulillah, di tempat kami sudah ada sarana Mandi, Cuci, Kakus. Kami sudah bisa membersihkan diri tempat
tersebut. Terima kasih TNI,” ucap seorang pengungsi, gembira. @licom_09

Autentikasi :
Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman