LENSAINDONESIA.COM: Polrestabes Surabaya menggerebek judi di sebuah rumah karaoke di kawasan Surabaya Barat, Rabu (17/10/2018) dini hari.

Dari penggerebekan itu, polisi mengamankan 16 orang dan barang bukti uang tunai Rp 79 juta, 17 kartu domino serta sebilah pisau penghabisan.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran juga membenarkan adanya penggerebekan judi “bakarat” itu.

“Betul. Langsung Kapolrestabes saja yang menjelaskan ya Mas,” ujarnya, Kamis (18/10/2018).

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Rudi Setiawan menjelaskan secara rinci, penggerebekan perjudian di rumah karaoke itu dilakukan Sat Reskrim pada Rabu (17/10/2018) sekitar pukul 00.30 WIB.

Menurutnya, 16 orang diamankan dalam penggerebekan itu. “Mereka diamankan saat berada dalam sebuah ruangan rumah karaoke yang disewa,” ungkapnya.

Setelah melakukan penyidikan terhadap belasan orang yang diamankan, polisi menetapkan status tersangka pada 4 dalam kasus perjudian.

Empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka diantaranya adalah HK, warga Jajar Tunggal, Surabaya, FR warga Jalan Rajawali, Bangkalan, Madura, SAM warga Desa Kelbung, Bangkalan, Madura dan SB.

Menurut informasi yang dihimpun lensaindonesia.com HK berperan sebagai bandar, sedangkan FR dan SAM merupakan pemain.

Sedangkan SB adalah pemilik senjata tajam jenis pisau saat penggerebekan dilakukan. SB diduga bertindak sebagai keamanan.

Informasi yang dihimpun lensaindonesia.com, dalam perjudian dengan kartu domino itu, para peserta menombok minimal Rp 50 ribu dan maksimal Rp 3 juta.

Setelah kartu domino dibagi dari bandar ke penombok (masing-masing dapat 2 kartu), HK membuka kartunya. Jika nilai 2 kartu bandar lebih kecil dari peserta, maka sang bandar wajib membayar ke peserta sesuai jumlah tombokan yang dipasang peserta, begitu sebaliknya.

Petugas yang mendapat informasi akhirnya mendatangi lokasi. Dengan gerak cepat, polisi langsung menuju salah satu room karoke VIP yang dimaksud sehingga belasan orang yang ada di dalamnya tak bisa berkutik.@andiono