Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Ini cerita juru masak Amerika, perhari layani makan 6 ribu porsi korban gempa Palu
Warga mengantri makanan yang dimasak dengan survisi juru masak dari Amerika Jose Alejandro Perez
BALI / NTB / NTT / PAPUA

Ini cerita juru masak Amerika, perhari layani makan 6 ribu porsi korban gempa Palu 

LENSAINDONESIA.COM: Salah satu kebutuhan yang paling diperlukan korban gempa di Palu, Sigi dan Donggala saat ini
adalah makanan. Ribuan warga di pengungsian masih kesulitan memperolehnya. Meski perekonomian perlahan mulai kembali normal, namun masih banyak warga yang kehilangan mata pencaharian.

Untuk memenuhi kebutuhan makanan ribuan pengungsi, LAZ Al Azhar bersinergi dengan World Central Kitchen (WCK) sebuah organisasi nirlaba non pemerintah asal Amerika Serikat yang sudah berpengalaman dalam menyediakan makanan di tengah bencana alam. Kerjasama ini sudah dimulai sejak 08 Oktober 2018 lalu dan melayani 6000 makanan perhari kepada warga yang terkena dampak gempa.

Menurut Kepala Divisi Program LAZ Al Azhar Rahmatullah Sidik, makanan yang dimasak merupakan makanan sehat termasuk
protein (ayam, daging sapi, ikan, tahu/tempe), sayuran, dan beras ke sebanyak mungkin komunitas yang menjadi korban
gempa.

“Program ini berjalan sampai orang-orang dapat membangun kembali rumah mereka dan bisa memasak makanan keluarga di
dapur yang aman”, jelas Rahmat.

Lokasi Dapur Umum saat ini berada di Hotel Merry Glow di pusat kota Palu. Distribusi makanan juga melibatkan banyak
pihak. Bahkan sampai menggunakan helikopter milik perusahaan swasta, karena lokasi pengungsi yang cukup sulit jika
dilalui lewat jalur darat.

Selain diberikan untuk pengungsi, makanan juga didistribusikan kepada organisasi yang bekerja langsung dengan
masyarakat seperti Relawan, TNI, Palang Merah Internasional, Tim SAR Indonesia dan lain-lain.

Jose Alejandro Perez, salah satu juru masak dari WCK, mengaku senang selama membantu warga di Palu. Menurutnya, warga Palu sangat terbuka dan menerima kehadiran mereka.

“Tim kami sangat senang untuk berada di sini. rakyat Palu sangat mendukung dan membantu misi kami”, ujar Jose Alejandro Perez.

Baca Juga:  AirNav berbagi ilmu di Kampus Poltekbang Surabaya

Pada tahun 2010 World Central Kitchen sudah pernah menyiapkan lebih dari 3 juta makanan untuk korban bencana gempa
di Haiti, Republik Dominika, Nikaragua, Zambia, Peru, Kuba, Uganda, Kamboja dan negara-negara lainnya. @licom_09

Chef dari WCK,, Jose Alejandro Perez. @foto:laz al azhar

Diskusi dengan Tim WCK terkait menu untuk korban gempa Palu seperti ini selalu dilakukan setiap saat. @foto:dok. laz azhar.

Warga menikmati makanan dari WCK. @foto:laz al azhar

Warga Mengantri Makanan di dapur umum. @foto: laz al azhar

Dapur umum Hotel mery glow. @foto: laz al azhar