Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Kampus miliki hak tolak narasumber seminar berpotensi picu kegaduhan
Ilustrasi. @foto:istimewa
HEADLINE

Kampus miliki hak tolak narasumber seminar berpotensi picu kegaduhan 

LENSAINDODNESIA.COM: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menegaskan kampus merupakan lembaga mandiri dan independen. Kampus tak bisa pula diintervensi oleh pemerintah.

Mendagri mengemukakan hal itu saat jeda acara bertema “Rapat Koordinasi Sinergitas Kebijakan Pemerintah Untuk Mempercepat Pencapaian Target Kinerja RPJMN 2015-2019” yang berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kemendagri, Jakarta, pekan ini (17/10/2018).

“Kampus itu mandiri dan independen, tidak bisa pemerintah intervensi. Terserah kampus, rektornya, civitas akademisnya. (Mungkin) Bisa saja menolak saya,” kata Tjahjo.

Lembaga pendidikan akademis, imbuh Tjahjo, memiliki hak menolak narasumber seminar bila dianggap menimbulkan huru-hara, dan berpotensi memicu kegaduhan. Kampus, imbuhnya, juga berhak untuk mengundang siapa pun.

Ia mengimbau agar pihak-pihak yang mengikuti ajang Pilpres dan memiliki agenda seminar di lembaga pendidikan sebaiknya mengikuti Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) dan aturan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Yang saya pahami, dalam konteks pemilu, ikutilah PKPU yang ada. Aturan yang sudah dicanangkan oleh Bawaslu. Dalam konteks dikaitkan dengan kampanye, ini kan bulan-bulan kampanye,” lanjutnya.

Sebelumnya, dua mantan menteri Sudirman Said dan Fery Mursyidan B mengalami penolakan untuk menjadi pembicara di auditorium Fakultas Peternakan, kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam sebuah seminar bertema kebangsaan beberapa waktu lalu. @adri/licom_09

Baca Juga:  Aksi massa atasnamakan “Harimau Patriot” tuntut mundur Ketua DPRD, soal Kartu Sehat NIK