Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Di Surabaya, Sandiaga Uno sapa emak-emak dan nyekar makam Gombloh
Cawapres Sandiaga Uno bersama ibu-ibu di Surabaya. FOTO: licom
HEADLINE DEMOKRASI

Di Surabaya, Sandiaga Uno sapa emak-emak dan nyekar makam Gombloh 

LENSAINDONESIA.COM: Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Uno rajin keliling ke Jawa Timur. Seperti di Surabaya, Sandi menyempatkan diri ‘nyekar’ ke makam musisi legendaris Soedjarwoto Soemarsono alias Gombloh di Tempat Pemakaman Umum Tembok Tembok Gede di Jalan Kalibutuh.

Sandi mengatakan sosok Gomboh sangat melegenda lewat lagu-lagu ciptannya seperti lagu ‘Kebyar-Kebyar’. Kerap kali mendengarkan lagu itu, Cawapres pasangan Capres Prabowo Subianto ini merasa liriknya bisa membangkitkan gelora semangat.

“Indonesia..’ lagu itu selalu melegenda dan membangkitkan semangat, dalam setiap acara-acara lagu Gombloh selalu berkumandang. Utamanya untuk membangkitakan ekonomi bangsa ini, khususnya untuk mendapatkan pekerjaan dan menumbukan ekonomi kreatif.
Ini mejadi segmen yang kita bidik. Prabowo-Sandi ingin lahir adanya legenda lain seperti Pak Gombloh ini untuk membangkitkan itu. Ekonomi kreatif kita masih ada di bawah 10 persen kita ingin mencapai 15-25 persen sehingga tumbuh lapangan kerja seluas-luasnya,” kata Sandiaga Uno ditemui LICOM usai ziarah pada Minggu (20/10/2018).

Sebelum berziarah ke makam Gombloh, Sandiaga Uno juga menyempatkan ‘nyekar’ di makam pembuat logo NU yakni KH Ridwan Abdullah yang juga berada di komplek TPU Tembok Gede.

Dengan fasih, mantan Wagub DKI Jakarta ini memimpin doa dan melantunkan Surat Al Fatihah yang ditujukan kepada almarhum. Tak lupa, seperti tradisi ‘nyekar’ biasanya, Sandiaga Uno juga menaburkan bunga di atas makam kedua tokoh tersebut.

Sementara di Pasar Grosir Surabaya (PGS), kedatangan Sandi disambut antusias para pedagang dan pengunjung PGS yang didominasi emak-emak. Sambil menyapa, Sandi juga tampak sabar melayani emak-emak yang ingin ber-swa foto dengannya.

“Saya ingin melihat sendi-sendi perekonomian Surabaya, dan saat ini di PGS kita lihat antusias dan animo dari warga masyarakat warga pedagang. Alhamdulillah antusiasme masyarakat luar biasa dan saya sangat optimis kalau kita ambil alih kendali ekonomi kembali, kita bisa gerakkan ekonomi kita dan lebih menyentuh pada ekonomi rakyat,” paparnnya.

Menurutnya Surabaya merupakan kunci untuk membangun Indonesia bukan hanya Indonesia Timur, tapi kota terbesar nomor dua. “Dari skala ekonomi besar dan pertumbuhannya juga baik di Jatim. Ini yang harus kita gunakan jadi lokomotif pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” imbuh Sandi.@sarifa