Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Lokalisasi Dolly yang resmi ditutup Pemkot Surabaya beberapa tahun lalu, ternyata terus beroperasi walaupun secara diam-diam. Buktinya, petugas Reskrim Polsek Sawahan berhasil mengungkap praktik prostitusi terselubung di eks kompleks pelacuran terbesar se-Asia Tenggara itu, Minggu (21/10/2018) dini hari WIB.

Petugas Polsek Sawahan menciduk Imanuel Dakap (57), warga Jl Kupang Gunung Timur VI yang bertindak sebagai mucikari alias makelar PSK. Selain itu pria hidung belang yang sedang kencan dengan PSK juga diamankan.

Masing-masing Nadir (39), asal Dusun Daringan, Kecamata Tanjung Bumi, Bangkalan, sedang kencan dengan PSK Lia (28), janda asal Desa Jeding, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Yayan (31) asal Kampung Kuta Luhur, Padalarang, Kabupaten Bandung, kencan dengan PSK Nina Marlina (28) warga Jl Dukuh Kupang Timur X. Iwan Rusnandar (24) asal Jl Cibaduyut, Bandung, kencan dengan Susi Susanti (27) warga Jl Bumiarjo, Wonokromo. Serta seorang PSK atas nama Munipa (37) asal Desa Kalipucang, Kecamatan Tutur, Pasuruan.

Kapolsek Sawahan Kompol Dwi Eko menjelaskan, kasus ini terungkap setelah anggota Reskrim melakukan penyelidikan selama beberapa hari. Berbekal informasi adanya praktik prostitusi di eks Lokalisasi Dolly, petugas diam-diam melakukan penyamaran untuk menggali informasi.

Polisi yang mendalami informasi akhirnya mengetahui jika Imanuel Dakap menjadi makelar PSK melalui via telp. “Jadi dia ini cangkruk di warung kopi Bu Jum di gang Dolly untuk mencari pelanggan. Setelah mendapatkan pelanggan, makelar tersebut menghubungi PSK via telp, selanjutnya pelanggan diantar bertemu PSK di rumah Jl Jarak 21,” jelas Kompol Dwi Eko.

Setelah memastikan ada transaksi seks, polisi bergegas mengamankan Imanuel Dakap di warung tempatnya biasa cangkruk. Tak hanya itu, para lelaki hidung belang yang sedang kencan dengan PSK di Jl Jarak 21 juga diciduk dan dibawa ke Mapolsek untuk diminta keterangan.

“Dalam pemeriksaan, ID (Imanuel Dakap) yang dijadikan tersangka, menjelaskan bahwa dirinya mendapat uang jasa dari PSK Rp 30 ribu dan uang tip dari tamu Rp 20 ribu setiap kali mendapatkan pelanggan. Selain itu, tamu diwajibkan bayar sewa kamar Rp 40 ribu, jasa PSK Rp 130 ribu, dan Rp 50 ribu untuk orang yang mengantar pelanggan ke rumah tempat kencan,” tambah Kompol Dwi Eko.

Barang bukti yang diamankan polisi dalam kasus prostitusi terselubung eks Lokalisasi Dolly ini adalah 9 kondom, sebuah ponsel merek Cross dan uang Rp 20 ribu. “Untuk ID yang ditetapkan sebagai tersangka dijerat Pasal 2 UU RI No 21 tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang dan atau pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP,” pungkas Kompol Dwi Eko. @andiono