Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS) melantik 120 mahasiswa baru Tahun Akademik 2018/2019 di acara Sidang Terbuka Senat Institut Teknologi Telkom Surabaya.

Dari 120 mahasiswa, jurusan Sistem Informasi jadi favorit, yakni sejumlah 26 orang (22%.) Teknik Telekomunikasi: 25 orang (21%), Teknik Industri: 20 orang (17%), Teknologi Informasi: 21 orang (17%), Teknik Elektro: 11 orang (9%), Teknik Komputer: 9 orang (7%) dan Rekayasa Perangkat Lunak: 8 orang (7%) se Indonesia.

Mahasiswa baru ITTS tersebut diantaranya dari Provinsi Jawa Timur: 106 orang, Prov. Sumatra Utara: 3 Orang, Prov. Nusa Tenggara Barat: 2 Orang, Prov. Nusa Tenggara Timur: 2 Orang, Prov. Jawa Tengah: 2 Orang, Prov. Sumatra Selatan: 2 Orang, Prov. Bali: 1 Orang dan Provinsi Papua: 1 Orang.

Rektor ITTS, Dwi S Purnomo mengatakan, ketika teknologi semakin maju, bangsa ini masih menghadapi beberapa masalah yang dari tahun ke tahun belum terselesaikan.

“Ada dua masalah yang menjadi salah satu dasar utama mengapa Intitut Teknologi Telkom Surabaya didirikan. Pertama, sisi kemaritiman. Orasi ilmiah Menteri kelautan Indonesia, Ibu Susi Pudjiastuti pada dies natalis salah satu kampus negeri di Surabaya tahun 2015 silam, dua per tiga wilayah Indonesia merupakan laut yang jadi masa depan bangsa (future of the nation). Namun, laut yang mestinya berpotensi menjadi penghubung antar pulau di Indonesia ternyata masih menjadi pemisah. tegas Dwi dalam keterangan resminya, Selasa (23/10/2018).

Ia menambahkan, bea transportasi dan logistik di Indonesia masih mahal, terutama pengiriman antar pulau. Dan menjadi rahasia umum bahwa mendatangkan sapi dari Nusa Tenggara Timur ke Jawa lebih mahal dibandingkan mendatangkan sapi dari Australia.

“Sama halnya ongkos kirim barang ke Papua, bisa lebih mahal dibandingkan harga barang yang dikirim. Belum lagi harga semen dan BBM di Papua yang juga sangat mahal. tandas Dwi.

Untuk itu, lanjut Dwi, dengan ini diharapkan Insitut Teknologi Telkom Surabaya mampu berperan aktif ikut mengembangkan dan mewarnai pembangunan transportasi dan logistik, khususnya di sektor maritim Indonesia melalui teknologi telekomunikasi dan informasi.

”Peran tersebut diharapkan datang dari institusi, dosen, mahasiswa, dan Insya Allah lulusannya kelak, imbuh Dwi.

Eksistensi Institut Teknologi Telkom Surabaya sangat diharapkan untuk turut serta meningkatkan kesejahteraan nelayan Indonesia melalui penerapan teknologi informasi dan telekomunikasi.@Rel-Licom