Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Kota Bekasi lawan “teror” limbah, atasi problem sampah diubah jadi paving blok
Walikota Bekasi Rakhmat Effendi memimpin Prokasi. @foto:dok.pemkotbekasi
HEADLINE

Kota Bekasi lawan “teror” limbah, atasi problem sampah diubah jadi paving blok 

LENSAINDONESIA.COM: Walikota Bekasi Rakhmat Effendi saat memimpin program bersih-bersih Kali Bekasi yang belakangan
dihebohkan ‘teror’ pencemaran limbah berat yang dihasilkan industri, Jumat (26/10/2018), dihadapkan pemandangan tidak mengenakkan di lokasi tempat pembuangan sampah, Pangkalan Kelurahan Cikiwul, Kota Bekasi.

Walikota dan rombongan saat menyisir sungai, begitu berada di lokasi Pangkalan, sempat terperangah menyaksikan
kondisi timbunan sampah warga belum terkelola secara baik. Malahan, informasi yang ada, sebagian sampah yang semrawut di lokasi itu berasal dari pembuangan sampah dari warga DKI Jakarta.

“Kita ingin permasalahan akut di masyarakat seperti sampah ini bisa tuntas. Nanti, bisa dikerjasamakan dengan pihak
ketiga, menggunakan teknologi yang bisa mengubah sampah menjadi karbon sebagai bahan dasar paving blok. Tadi, sudah
ngobrol dengan pengelola workshop, dan kita lihat perkembangannya,” kata Walikota Bekasi Rakhmat Effendi.

Diketahui, Walikota Bekasi Rakhmat Effendi yang baru memasuki bulan-bulan awal bertugas, awal pekan ini menyerahkan
sample Kali Bekasi yang tercemar berat limbah industri ke Kementerian Lingkungan Hidup. Akibat pencemaran air sungai yang berlarut-larut itu, sempat mengganggu produksi air PAM Kota Bekasi.

Terkait masalah sampah di Kota Bekasi, Matias Tumanggor, pihak yang berminat mengelola sampah di Pangkalan III Cikiwul, mengatakan, bahwa dirinya tergerak melakukan penanganan sampah di Pangkalan III ini, lantaran mempertimbangkan kondisi darurat sampah di lingkungannya.

Matias berharap untuk mengatasi darurat darurat sampah di beberapa wilayah di Kota Bekasi, seharusnya problem sampah
bisa selesai sejak di kelurahan.

“Tadi, bertemu Pak Wali. Beliau mendukung upaya ini. Sebagai warga disini, kita lihat sampah menjadi persoalan dasar. Kami memiliki teknologi zero waste penghancur sampah menjadi karbon untuk bahan membuat paving blok,” kata Matias, yang juga Ketua Umum Asosiasi Pengumpul Minyak Jelantah Untuk Energi Baru Terbarukan.

Baca Juga:  IPI kumpulkan pakar bahas wacana KPU "keukeuh" larang Koruptor ikut Pilkada serentak 2020

Matias juga menyampaikan berminat untuk menyewa lokasi Pangkalan III, sekaligus digunakan sebagai tempat pengolahan sampah.

“Kita sewa tempat ini, sekaligus untuk membuat mesin workshop pengelolaan sampah. Dua Minggu, mungkin mesin ini akan
selesai dan bisa kita demonstrasikan,” tamabahnya.

Soleh, salah seorang warga Cikiwul mendukung upaya sosialisasi kebersihan kali Bekasi terkait kondisi limbah sampah
baik organik maupun anorganik yang dihasilkan dari rumahtanga muapun masyarakat.

“Semoga program ini bisa terus berlanjut sebagai perhatian warga terhadap lingkungan sungai dan bantarannya. Sampah juga bisa dikelola lebih baik lagi,” kata Soleh. @sofie