Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) bersama Generasi Muda Desa
Nusantara (Gema Desantara) menggalakkan Pelatihan Kader Pemuda Anti Narkoba (KOPAN) dalam upaya pencegahan
penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di kalangan pemuda, akhir Oktober ini.

Wakil Bupati Badung, Drs I Ketut Suyasa, mengatakan, pemuda merupakan kompoten utama yang selalu mewarnai sejarah
bangsa Indonesia. Masih berkaitan memperingati hari sumpah pemuda yang menjadi embrio kemerdekaan Republik Indonesia, Wakil Bupati mengajak pemuda memahami masa depan bangsa ini bergantung dari peran pemudanya.

Di lain sisi, berbagai bahaya juga siap mengintai para pemuda, salah satunya yakni narkotika. Bila pemuda gagal dalam menghadapi tantangan bahaya narkotik, maka bukan saja pemuda yang terancam. Namun, juga bangsa ini yang terancam dari kehancuran.

“Jangan coba-coba mendekati narkoba. Tegaskan dan tekadkan diri kalian untuk menolak narkoba, meskipun dari teman
sebaya kalian,” kata I Ketut Suyasa.

Wakil Bupati ini minta pemuda di wilayahnya agar berhati-hatilah dengan makanan atau minuman yang diberikan teman. Sebab, bisa saja teman menjerumuskan ke narkoba melalui makanan dan minuman. Karena ada narkoba yang dicampur dalam minuman dan makanan.

Selain itu, narkoba juga masuk melalui rokok. Rokok merupakan jembatan ke penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan
terlarang (narkoba), dimana 90 persen pecandu narkoba bermula dari merokok.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pengembangan Wawasan dan Kepemudaan, Syafril, mengatakan, Bali sebagai salah satu daerah tujuan wisata yang sangat terkenal di mancanegara, besar kemungkinan jumlah pengguna narkoba yang
sesungguhnya jauh lebih banyak dibandingkan yang terungkap.

Oleh karenanya, lanjut Syafril, peran pemuda sangatlah dibutuhkan guna melakukan hal-hal preventif untuk menekan
penyalahgunaan dan penyebaran gelap narkoba.

“Kuncinya di Pemuda. Jadi pemuda di sini harus aktif dan terus melakukan edukasi kepada teman, keluarga, dan lingkungan sekitarnya, sekaligus membentengi diri sendiri untuk tidak terjerumus ke dalam perangkap narkoba,” tuturnya.

Dengan pelatihan kader pemuda anti narkoba, dirinya berharap terlahir pemuda-pemuda di Bali yang bisa menjaga Bali dari bahaya narkotika.

“Sehingga ke depan, Bali bukan hanya dikenal sebagai destinasi wisata dunia. Tetapi, juga dikenal sebagai wilayah terbuka yang bebas dari narkotika,” tutupnya. @hidayat