Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Picu peningkatan intensitas penggunaan medsos, HMD Global pemegang ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) sekaligus produsen Nokia jajaki pasar Surabaya dengan meluncurkan Nokia 6.1 Plus.

Handset anyar ini tak hanya membidik segmen menengah, juga tertuju untuk segmen milenial dengan banderol yang ditawarkan hanya Rp 3,4 juta. Selain itu, Nokia 6.1 Plus kali ini juga mengandalkan fitur Bothie, memungkinkan penggunanya untuk menangkap gambar dari kamera depan dan belakang sekaligus dalam 1 layar, baik saat mengambil foto maupun video(vlog).

Head of Marketing Indonesia for HMd Global, Miranda Vania Warokka mengatakan, adanya fitur Bothie ini cukup mengakomodir kebutuhan para milenial. Apalagi seringnya penggunaan media sosial tersebut merupakan jadi kebutuhan.

“Karena melihat sekarang trennya juga sudah bergeser apalagi sejak adanya media sosial. Para kalangan milenial ini tipikal yang suka bergonta-ganti ponsel. Dan memang kami akan konsen di produk-produk untuk komunitas dan forum. Dikarenakan para milenial kerap bergabung dengan komunitas dan forum-forum. Untuk itu, kami akan lebih intens di segmen tersebut,” tandas Miranda saat launching Nokia 6.1 Plus di Surabaya, Jumat (02/11/2018).

Di segmen menengah, lanjut Miranda, Nokia 6.1 Plus ini akan menjadi pesaing kuat di gelontoran smartphone-smartphone lain di indonesia.

“Nokia 6.1 Plus cukup bisa diandalkan di pasar Asia Pasific. Apalagi dengan para kompetitor di pasar ponsel segmen menengah. Sebab segmen menengah masih memilii ceruk pasar yang lebar dibanding segmen lain. Namun, jika konsen di segmen ini memerlukan effort tinggi. Untuk itu, kami mengandalkan fitur Bothie yang dibenamkan pada Nokia 6.1 Plus,” tegas Miranda.

Nokia 6.1 Plus merupakan kali ini mengusung sistem operasi Android One. Sebenarnya, smartphone ini menjadi versi global dari Nokia X6 sebelumnya meluncur di China beberapa waktu lalu.

Dari sisi perwajahan, Nokia 6.1 Plus ini dibekali layar 5,8 inci dengan panel HD+. Penampang layar ini berbody to ratio 81,4 persan dan aspek rasio 19:9 dengan warna 96 persen.

Untuk dapur pacu, handset ini tertanam chipset Qualcomm® Snapdragon™ 636 Mobile Platform dan membuat smartphone Nokia 40% lebih cepat dari generasi sebelumnya.

Kombinasi antara perangkat keras yang dioptimalkan juga teknologi pengisian daya secara cepat melalui USB type-C. Pengguna bisa membuat, mengedit, dan multitasking dengan mudah tanpa harus khawatir baterai tak bertahan lama.

Nokia 6.1 Plus kompetibel Quick Charge 4.0, fitur yang sering nampak pada perangkat high-end, sehingga pengisian energi perangkat ini mampu mencapai 50% dalam waktu 30 menit.

Kini, Nokia 6.1 Plus sudah mulai terdistribusi di kota-kota besar utama di Pulau Jawa seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, dan Bandung.@Rel-Licom