Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Rugikan PAN, manuver Amien Rais dorong anaknya jadi Wakil Ketua DPR
Politikus senior PAN Amien Rais. @foto:ist.
HEADLINE

Rugikan PAN, manuver Amien Rais dorong anaknya jadi Wakil Ketua DPR 

LENSAINDONESIA.COM: Politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais yang sekaligus pendiri partai berlambang matahari ini, belakangan disinyalir mulai bermanuver cari peluang presisi politik dinasti. Pasca kader PAN Taufik Kurniawan yang Wakil Ketua DPR ditetapkan tersangka oleh KPK, Amien diduga memainkan skema meloloskan anaknya, Ahmad Hanafi Rais menduduki kursi Wakil Ketua DPR.

Manuver Amien tidak cuma memantik pro dan kontra di internal PAN. Tapi, juga mengundang polemik di kalangan pengamat politik. Karyono Wibowo, Pengamat Politik Indonesian Public Institute (IPI) menyarankan demi menjaga citra PAN, sebaiknya manuver Amien Rais dibatasi.

Mengingat, menurut Karyono, kiprah politisi senior ini belakangan semakin tidak menguntungkan PAN yang sedang mempersiapkan Pilpres dan Pileg 2019 serentak.

“Hegemoni Amien Rais sebaiknya dibatasi demi kebaikan Partai Amanat Nasional sendiri. Kiprah dan manuver politik Amien sudah meresahkan pemilih termasuk pendukung PAN,” kata Karyono menanggapi manuver Amien tersebut, di Jakarta, Minggu (4/11/2018).

Karyono menilai jika Amien memaksakan anaknya untuk memegang posisi strategis di DPR yang seharusnya diduduki kader yang mumpuni, hal itu sama halnya menciderai semangat demokrasi dan marwah PAN yang klaim sebagai partai reformis di tengah momentum reformasi 1998. Sebagai politisi senior seharusnya Amien menjaga marwah PAN yang bukan partai dinasti dan memberi kebebasan kader-kader potensi PAN untuk tumbuh menjadi pemimpin.

“Yang menjadi pimpinan DPR harus sosok yang mumpuni, berkualitas, berintegritas yang dipilih melalui mekanisme internal partai yang demokratis, bukan dengan cara-cara otoriter dan tekanan senioritas,” tegas Karyono.

Soal Amien Rais yang 26 Apil lalu berusia 74 tahun, mendatangi KPK pasca Taufik Kurniawan dicekal, Karyono menyayangkan hal itu dilakukan seorang tokoh sekaliber Amien Rais. Mafhum. Hal itu tidak mencerminkan kualitas kenegarawanan, dan di mata publik justru menjadi kontraproduktif karena seolah-olah tidak menghargai KPK.

Baca Juga:  AMSI Jatim sesalkan eksekusi paksa Kantor Harian Duta Masyarakat, ini alasannya

“Kesannya, Amien Rais tidak menghargai KPK sebagai lembaga penegak hukum. Saya juga curiga hal itu (mendatangi KPK,red) hanya sandiwara untuk menutupi ambisi Amien Rais menempatkan anaknya di pimpinan DPR,” pungkas Karyono. Agaknya, tidak salah jika publik membandingkan dengan sikap reaktif Amien yang “kurang arif” ketika merespon cerita hoaks Ratna Sarumpaet.

Sebelumnya, KPK menetapkan Taufik Kurniawan dan Ketua DPRD Kebumen, Jawa Tengah Cipto Waluyo sebagai tersangka. Diduga Taufik menerima uang suap Rp3,65 miliar dari Bupati Kebumen Yahya Fuad terkait perolehan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dalam APBN Perubahan 2016.

Taufik ditahan KPK setelah menjalani periksaan pada Jumat (2/11/2018). Sebelumnya, Taufik sempat dua kali mangkir dari pemanggilan KPK. Lewat pengacaranya, Taufik minta dipanggil 8 Nopember 2018. Tapi Jumat itu, dia tiba-tiba muncul di Gedung KPK, hingga akhirnya ditahan. Saat melangkah ke mobil tahanan KPK, Taufik sempat bicara soal rekayasan manusia. @licom_09

Karyono Wibowo. @foto:monitorday