Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Hari ini, Presiden Joko Widodo akan memimpin prosesi penganugerahan gelar Pahlawan Nasional pada enam tokoh. Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pemberian gelar dilaksanakan di Istana oleh Presiden.

Agus Gumiwang mengaku bersyukur karena tahun ini Presiden telah menetapkan enam tokoh dari sejumlah nama yang diusulkan, lalu dilakukan proses hingga muncul tokoh-tokoh yang layak menyandang gelar Pahlawan Nasional.

“Untuk nama-namanya saya lupa, tapi asalnya dari Bangka Belitung, DI Yogyakarta, Banjarmasin, Jawa Tengah, Banten dan Sulawesi Barat,” ucap mantan anggota DPR RI asal Fraksi Partai Golkar ini usai memberikan pembekalan pada bimbingan teknis penguatan kapasitas pendamping Bansos Pangan dan Bimbingan Teknis Pendamping Sosial Kelompok Usaha Bersama Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera 2018 di Surabaya, Rabu (07/11/2018).

Khusus tokoh asal Jatim, kata dia, tahun ini diakuinya belum ada tokoh yang dianugerahi Pahlawan Nasional.

Penganugerahan gelar tahun ini, ujar dia, lebih banyak dibandingkan 2017, yakni empat tokoh masing-masing Tuan Guru Kiai Haji (TGKH) Muhammad Zainuddin Madjid asal Nusa Tenggara Barat, Laksamana Malahayati asal Aceh, Sultan Mahmud Riayat Syah asal Kepulauan Riau, serta Prof Drs Lafran Pane asal Daerah Istimewa Yogyakarta.

Keempat tokoh tersebut mendapat gelar Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 115/TK/Tahun 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, enam tokoh yang akan mendapat gelar Pahlawan Nasional 2018, yaitu Depati Amir dari Bangka Belitung, Abdulrahman Baswedan dari DI Yogyakarta, Pangeran Muhammad Noor dari Banjarmasin (Kalimantan Selatan).

Kemudian, Kasman Singodimedjo dari Jawa Tengah, KH Sjam’un dari Banten, serta Ibu Agung (Hj. Andi Depu) dari Sulawesi Barat.@LI-13