Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Walikota sarankan warga lapor polisi, tembok Swalayan Naga ambruk, pemukiman banjir
Swalayan Naga Pekayon di Kota Bekasi ini merupakan swalayan grup swalayan Naga yang berdiri lebih dulu dibanding swalayan Naga lainnya, dan sukses. @foto:dok.ist
HEADLINE

Walikota sarankan warga lapor polisi, tembok Swalayan Naga ambruk, pemukiman banjir 

LENSAINDONESIA.COM: Peristiwa ambruknya tembok swalayan Naga di Kelurahan Jatirahayu, Pondok Melati, Kota Bekasi mengakibatkan banjir menimpa wilayah pemukiman warga RT 08/10 setempat, Minggu (11/11/2018). Walikota Bekasi Rahmat Effendi cukup geram.

Ambruknya tembok itu diduga akibat perusahaan swalayan menyalahi aturan saat membangun gedung swalayan. Cara-cara “mengkhianati” peraturan seperti ini diduga biasa terjadi di kalangan pelaku usaha demi mencari keuntungan besar.

Walikota Bekasi Rahmat Effendi pada Minggu semalam langsung mendatangi lokasi kejadian dengan didampingi Camat Pondok Melati, Ika Indah Yanti, Plt. Kepala Dinas BSMDA, Arief Maulana, Sekertaris Distaru, Ebih Martini dan dinas terkait lainnya.

Menurut warga, banjir di wilayah tersebut dikarenakan adanya tembok Swalayan Naga yang ambruk menimpa saluran air. Sehingga, runtuhan tembok menutupi aliran air. Akibatnya, saat hujan turun, air meluap ke jalan hingga menggenangi rumah-rumah warga. Saking derasnya debit air, rumah-rumah warga tergenang hingga ketinggian air mencapai 40 Cm hingga 60 Cm.

“Dulu, pas saya kunjungan kesini, saya minta dilebihin 2 meter untuk pelebaran saluran. Nyatanya, tidak sampai 2 meter,” kata Walikota Bekasi di depan warga setempat.

Walikota Bekasi ini menyarankan agar warga melaporkan kepada kepolisian terkait adanya dampak dari pembangunan swalayan Naga yang merugikan warga setempat. “Sesuai prosedur saja, laporkan karena membahayakan bagi wilayah setempat,” tegas Walikota.

Wajar, Walikota mendidik warganya untuk berani menegakkan peraturan. Pasalnya, peraturan sering dirusak tindakan-tindakan pengusaha yang hanya memburu untung sendiri dengan mengorbankan atau “membeli” kepentingan umum.

Adanya kejadian itu, Rahmat Effendi memerintahkan agar semua SKPD terkait ikut serta evaluasi dari site plan, AMDAL dan lainnya. Ia juga menegintruksikan kepada Camat Pondok Melati, UPTD Wasdal, beserta yang lainnya untuk ikut serta dalam mengawasi pembangunan yang ada, khususnya pembangunan swalayan Naga yang sedang berlangsung.

Baca Juga:  APBD Surabaya Rp 10 triliun disahkan tepat di Hari Pahlawan, Risma: Merdeka!

Tembok yang ambruk itu tampak karena tidak adanya pegangan di bagian tembok untuk bisa berdiri kokoh. Batas antara tembok dengan rumah warga juga terlalu dekat. Dikhawatirkan, kalau tembok sampai ambruk lagi akan menimpa rumah warga.

Walikota menyarankan untuk saluran air yang di depan gedung swalayan harus dibuat cekung ke atas, jaraknya sekitar 2 meter untuk saluran air, agar tidak terlalu dekat batas antara rumah warga dengan tembok swalayan.

“Demi kenyamanan warga setempat, kami dari Pemerintah Kota Bekasi berterimakasih atas laporan yang
sangat sigap. Kami akan membereskan langsung untuk keamanan warga sekitar dan akan tetap menegur pihak swasta. Camat akan menindaklanjuti kejadian ini,” tegas Rahmat Effendi. @sofie