Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.  
Ridwan Kamil siapkan Rp15 Miliar, “dandani” wajah Cirebon berdaya ‘sensasi’ imbangi Bandung
Gubernur Jawa Barat Kang Emil blusukan di Kota Cirebon. @foto:caca
Birokrasi

Ridwan Kamil siapkan Rp15 Miliar, “dandani” wajah Cirebon berdaya ‘sensasi’ imbangi Bandung 

LENSAINDONESIA.COM: Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meninjau sejumlah lokasi ikon Kota Cirebon.
Diantaranya, Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon, Gedung Negara/ Kantor Bakorwil III Jabar di Kota
Cirebon, dan sejumlah lokasi lainnya di Kota Cirebon.

Kang Emil, panggilan akrab Gubernur Jabar ini, setelah mencermati sejumlah ikon pada Rabu (14/2018), ia
menghendaki rancangan desain ruang publik yang bisa jadi identitas kota sarat sensasi imbangi Bandung.
Tentunya, memenuhi aspek kenyamanan, keselamatan, keamanan, aksesibilitas, dan daya tarik, atau
“attractiveness”, sebagai ruang publik atau titik kumpul masyarakat.

Selama periode memimpin Jawa Barat lima tahun ke depan, Gubernur Kang Emil menginginkan wajah Jawa Barat ke depan menjadi provinsi pariwisata. Pertimbangannya, potensi Jawa Barat memiliki aset gunung-gunung yang indah, termasuk pantai dan danau. Semuanya bisa diolah jadi pariwisata alami.

Untuk perkotaan, Kang Emil, menginginkan bisa jadi potensi pariwisata sejarah, wisata belanja, dan wisata kuliner.

“Di Cirebon tahun depan, kita bersepakat alun-alun Kejaksan akan kita olah. Akan ada basement untuk kebutuhan parkir, karena kunjungan wisata religiusnya meningkat,” katanya.

Untuk Tugu Proklamasi di Kota Cirebon akan dibenahi supaya lebih memiliki daya tarik. Lalu, Emil juga berencana membenahi zona kaki lima di titik-titik keramaian Kota Cirebon. Setelah itu, jalan Siliwangi Kota Cirebon, akan ditata supaya bisa jadi jalan utama.

“Seperti di Bandung ada Jalan Asia Afrika. Jadi, kalau ada parade bisa dilangsungkan di situ,” katanya.

Kemudian Gedung Negara/ Kantor Bakorwil III Jabar, menurutnya, per-Januari 2019 sudah tidak beroperasi
lagi sebagai kantor Bakorwil. Gedung bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain.

Dalam memberdayakan potensi pariwisata, kata Emil, gedung negara ini bisa dikonsepkan sebagai pusat budaya.

Baca Juga:  Bara JP Jatim: Emil Dardak belum waktunya berpartai

“Jadi, wisatawan datang mau lihat tari- tarian, mau lihat angklung musik daerah, bisa kesini,” tegas Kang Emil.

“Ini luas sekali, sehingga bisa juga ada gedung ekspose untuk memamerkan kerajinan, pameran, bazar. Kita bisa renovasi, bisa juga ada museum, dan restoran,” kata Kang Emil.

SIAPKAN RP 15 MILIAR

Gubernur berjanji, pihaknya akan menyiapkan dana sekitar Rp15- 20 miliar untuk “mendandani” wajah Kota Cirebon ini.

“Kombinasi alun-alun yang keren, tempat budaya, jalan utama, yakin akan meningkatkan waktu kunjungan lebih lama. Sekarang, kekurangan Cirebon yaitu kita ga tahu mau nongkrong dimana kan? Dengan ada Cipali, bandara, jumlah hotel meningkat, menandakan banyak akses kesini. Tapi, kalau tidak dibenahi kan orang bosen,” terang Emil.

Kang Emil juga menghendaki ruang publik harus bisa multifungsi. Artinya, bisa untuk kegiatan yang motorik dan aktif, untuk kegiatan upacara, istigosah, konser, juga terdapat zona teduh untuk kegiatan “nongkrong.” Ada zona ritel untuk sarana belanja masyarakat.

“Tentu dengan mempertahankan faktor sejarahnya,” kata Kang Emil dengan nada bersemangat. @caca

Teks foto:
Gubernur Jawa Barat Kang Emil blusukan di Kota Cirebon. @foto:caca