Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Menyikapi rencana yang bakal diimplementasikan oleh Direktur Utama Pelindo III, Doso Agung terkait koneksitas pelabuhan timur dan barat melalui pemanfaatan IT, calon Walikota Surabaya 2019 dari Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) berharap alur logistik di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dibawah pengelolaan Pelindo III seyogianya harus terintegerasi dengan Bandara Internasional Juanda.

Fandy mengatakan, hal tersebut sangatlah penting untuk percepatan pertumbuhan ekonomi negara khususnya dari Surabaya. Sebab jalur logistik tak hanya melalui jalur laut saja kendati adanya rencana penerapan tol laut.

“Peningkatan produktifitas dan efektifitas harus sejalan, karena ini dibutuhkan oleh negara kita. Apalagi menjelang era revolusi industri gelombang ke 4, peran jalur logistik cukup vital. Sebab ada 3 unsur yang harus dioptimalkan jika perekonomian negara ini tumbuh pesat, diantaranya unsur Logistik, Produksi dan Teknologi,” tegas Fandy saat berkunjung di kantor redaksi Lensaindonesia.com, Kamis (15/11/2018).

Ia menambahkan, tak hanya tuntutan memajukan teknologi saja, bahkan untuk produksi harus tetap dimaksimalkan melalui jasa logistik. Seperti halnya penerapan Fintech (Financial Technology),memang merupakan salah satu solusi untuk mengefektifkan kelangsungan bisnis jasa layanan logistik.

“Untuk penerapan tol laut, juga harus didukung dengan perluasan lahan logistik. Seperti halnya di Surabaya ini masih ada 15 ribu lahan yang bisa dimanfaatkan untuk lahan logistik. Se tidaknya penerapan tol laut tersebut harus ada penyediaan lahan logistk seluas 1.500 Ha. Demikia juga dengan penerapan koneksitas pelabuhan jalur timur dan barat berbasis IT, harus nya yang lebih diperhatikan skala bisnisnya agar berimbang dari nilai investasinya,” pungkas Fandy.@Eld-Licom