Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Ma’ruf Amin: Beda capres tidak harus membuat perpecahan
Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin. FOTO: Medcom
HEADLINE DEMOKRASI

Ma’ruf Amin: Beda capres tidak harus membuat perpecahan 

LENSAINDONESIA.COM: Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin menyampaikan perbedaan pandangan politik dalam Pilpres 2019 hendaknya menjadi penyemangat dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Karena itu ia mengingatkan kepada seluruh warga bahwa perbedaan pandangan politik tidak harus membuat perpecahan.

“Berbeda capres tidak perlu bertengkar. Nabi Muhammad SAW selalu mengajarkan kepada kita untuk saling mencintai. Bagimu capres mu, bagi kami capres kami. Beda capres tapi kita harus tetap saling toleransi,” kata Ma’ruf saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriah di Medan, Sumatera Utara, Selasa (20/11/2018).

Menurut Ma’ruf, bangsa Indonesia adalah bangsa besar yang semuanya saling berkaitan dalam berbagai perbedaan. Namun, perbedaan itu selama ini justru menjadi harmoni yang terbina dengan baik dengan menjunjung tinggi rasa toleransi.

Ibarat tubuh, kata dia, kalau satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain juga merasakan sakit. Demikian dengan bangsa ini meski berbeda suku, agama namun tetap saling menjaga, saling menyayangi dan saling melindungi satu sama lain.

“Kita kembangkan terus ukhuwah Islamiah, karena saudara sesama bangsa dan negara serta sesama umat manusia. Kita diciptakan Allah SWT yang saling berpasangan dan berkembang menjadi bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling menyayangi. Mudah-mudahan itu tetap bisa kita jaga selamanya,” tandas dia.

Ma’ruf menyebut dengan peringatan Maulid Nabi, kita diingatkan oleh sosok Muhammad. Dia adalah tokoh perubahan yang tidak ada bandingan di dunia.

Sebab, hanya dalam waktu 23 tahun dia mampu mengubah masyarakat Arab dari zaman jahiliah ke zaman kebaikan. Padahal, kata Ma’ruf, sebelumnya masyarakat di sana tidak tahu mana baik mana buruk.

“Rasulullah melakukan itu dengan santun tanpa kekerasan, sehingga yang diajak merasa diperlakukan dengan hormat. Nah itu lah yang harus kita contoh. Mari saling nasihat menasihati, jangan saling memaki. Mari saling merangkul, bukan memukul,” pungkas dia.@Li-13/mc

Baca Juga:  Jawa Barat butuh flay over, underpass, MRT dan LRT, transportasi online ganti plat kuning