Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Agensi properti Raywhite Paltinium Group bareng Galaxy kembali menggelar pameran properti di level internasional. Kali ini mengusung edukasi begitu efektifnya berinvestasi di luar negeri.

Henry Nugroho, Principal Principal Galaxy Sumatera menyampaikan, pameran kali ini sebagai suksesor dari pameran tahun lalu.

“Even tahun lalu diikuti 7 hingga 8 negara, dan yang sekarang ini diikuti 12 negara. Kami berharapntahun berikutnya diikuti 15 negara. Untuk itu, kami berharap transaksi di gelaran kali ini mampu meningkat 2 hingga 3 kali lipat,” ungkap Henry kepada Lensaindonesia.com, Selasa (20/11/2018).

Ia menambahkan, even di tahun kedua kali ini diharapkan angka kunjungan lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.

“Untuk even tahun sebelumnya, angka kunjungan pameran kami mencapai 350 customer mengunjungi stand kami. Untuk yang ini, kami berharap.ada peningkatan signifikan pada kunjungan customer,” tandas Henry.

Di kesempatan yang sama, Bambang Budiono, Principal Raywhite Satelit mengatakan, even ini selain memamerkan properti manca, juga mengusung misi edukasi bahwa investasi di luar negeri tersebut menguntungkan.

“Kita tahu banyak orang berpikir bahwa tinggal di luar negeri itu mahal. Padahal justru sebaliknya, halnya biaya pendidikan di sana lebih murah. Begitupun di sisi properti, bunga kreditnya pun minim, bahkan ada yang hanya 2 hingga 3 persen saja,” papar Bambang.

Surabaya merupakan pasar berpotensi positif. Sebab cukup berkontribusi signifikan pada bisnis properti premium seperti ini.

“Customer dari Surabaya telah menyumbang sekitar 90 persen di even sebelumnya. Dan ini menandakan resesi ekonomi dii Surabaya sebenarnya minim. Sebab banyak orang yang masih wait and see untuk spend money. Jika orang-orang kaya tersebut berbelanja, maka resesi ekonomi sangat minim karena perputaran uang akan membaik,” tegas Bambang.

Dari pengalaman tahun lalu, lanjut Bambang, pihaknya menaearkan komposisi properti lokal 90 persen dan 10 persen manca.

“Tahun lalu kami menjual properti dari manca sebanyak 17 unit tak lebih dalam 2 hari. Dan rata-rata dibanderol sekitar Rp 5 milyar. Dan yang terlaris dari Australia dan Johor karena lokasi dekat dengan Indonesia. Bahkan, pajak yang dibebankan di Australia mencapai 4 hingga 12 persen di setiap pembelian properti. Sedangkan Malaysia hanya berlaku 5 persen,” beber Bambang.

Hasil dari even tersebut menjelaskan bahwa penuualan propertidi Spanyol dalam 2 bulan sudah jual 9 unit. Johor total 78 unit dua tahun ini. Dan tim dari seluruh Indonesia total telah menjual properti di atas 200 unit yang harganya di kisaran Rp 1,5 milyar, dan termahal dibanderol Rp 5 milyar.@Eld-Licom