Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Kemenristekdikti sediakan 1.000 beasiswa S2 dan S3 bagi mahasiswa miskin
Meristekdikti Muhammad Nasir dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat menghadiri acara Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 di Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan Surabaya. FOTO: sarifa-licom
EDUKASI

Kemenristekdikti sediakan 1.000 beasiswa S2 dan S3 bagi mahasiswa miskin 

LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Indonesia berupaya terus mendorong peningkatan kualitas SDM terkait penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan daya saing nasional.

Seperti yang dilakukan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang menggelontorkan anggaran yang ada di Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) khusus untuk mahasiswa dari keluarga miskin yang diberikan beasiswa S2 dan S3 di kampus terbaik di luar/dalam negeri lewat Program Magister Doktor Sarjana Unggul (PMDSU).

“Kita beri beasiswa untuk yang miskin yang punya kemampuan baik, kita sekolahkan di perguruan terbaik di dalam negeri atau di luar negeri. Setelah lulus agar mereka ini kembali ke Indonesia untuk membangun negeri ini. Kuota yang tersedia ada 1000,” kata Menristekdikti Muhammad Nasir dalam acara Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 ‘Membangun Indonesia Dalam Perspektif Peningkatan Daya Saing Daerah’ di Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan Surabaya, Kamis (22/11/2018).

Pihaknya menggandeng sejumlah negara dalam program ini yaitu Moskow Rusia, Swedia, Finlandia maupun Amerika Serikat, Korea dan Jepang. Dengan sistem perguruan tinggi mau menggratiskan biaya SPP mahasiswa, sedangkan Kementistekdikti yang menanggung biaya hidup mahasiswa selama menempuh pendidikan di luar negeri.

Menanggapi hal ini, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang juga mendjadi narsum dalam acara ini mengaku senang dengan kebijakan pemerintah pusat yang mampu mendorong daya saing daerah, terutama dari sisi ekonomi dan sumberdaya manusia (SDM).

“Daya saing nasional dibentuk oleh daya saing daerah, nah kunci daya saing daerah saat ini adalah pemerataan pembangunan. Maka sungguh tepat jika Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla menaruh perhatian besar soal pemerataan, yang tecermin dari pembangunan infrastruktur dan SDM di berbagai daerah yang jauh dari kota-kota besar, salah satunya Banyuwangi,” kata Anas.

Baca Juga:  Pelatih Timnas Indonesia U-19 berharap China tampil menekan

Dari sisi pembangunan SDM, lanjut Anas, di Banyuwangi Kemenristekdikti mengembangkan Politeknik Negeri Banyuwangi dan Universitas Airlangga kampus Banyuwangi.

“Misalnya Politeknik Negeri, selain untuk SDM pariwisata dan pertanian, pemerintah pusat menyiapkannya untuk SDM yang mendukung industri kereta api berorientasi ekspor yang sedang dibangundi Banyuwangi. Jadi daya saing SDM di daerah bisa meningkat,” jelas dia.

Demikian pula program vokasi yang menjadi perhatian Presiden Jokowi. Anas mengatakan, para bupati telah bertemu dengan Presiden Jokowi, di mana Jokowi meminta untuk memperkuat sinergi dengan provinsi dan pusat dalam pengembangan vokasi berbasis potensi daerah.

“Di Banyuwangi sudah ada SMK jurusan batik, kini proses diusulkan jurusan kopi dan cokelat dengan menggandeng BUMN perkebunan, karena Banyuwangi punya kakao, bahan baku cokelat terbaik. Untuk tahap awal, ekstrakurikuler kopi dan kakao digalakkan di SMP dan SMA,” paparnya.

Anas juga berterima kasih ke Kemenristekdikti yang telah memberi beasiswa kuliah Bidik Misi ke 553 anak Banyuwangi.

“Kami memperkuat kaki kebijakan pusat tersebut dengan beasiswa Banyuwangi Cerdas yang membiayai 750 anak muda berkuliah di berbagai kampus senilai Rp 16,5 miliar. Kami juga ada beasiswa riset skripsi, jadi mahasiswa dibiayai skripsinya agar meneliti hal-hal yang bisa membantu masyarakat seperti pemberantasan hama tanaman,” pungkasnya.@sarifa