Trending News

18 Aug 2019
Anda mudah termakan hoax? Ini penjelasan dokter saraf
Ilustrasi hoax
HEADLINE

Anda mudah termakan hoax? Ini penjelasan dokter saraf 

LENSAINDONESIA.COM: Berita atau informasi yang kebenarannya perlu dipertanyakan alias hoax sering diterima masyarakat lalu disebar lagi meskipun logikanya masih meragukan kabar tersebut.

Mudahnya menerima hoax menyebabkan pergesaran dalam melihat informasi. Orang tak lagi menggunakan berita sebagai fungsi mencari kebenaran (konfirmasi) namun malah sebagai pembenaran (afirmasi) atas pendapatnya yang berdasar emosi.

Dokter ahli bedah saraf Roslan Yusni Hasan dari Satyanegara Brain and Spine Centre menjelaskan, fenomena ini bisa dijawab dengan ilmu pengetahuan karena terkait kerja sistem saraf dan otak. Menurutnya, otak manusia bekerja berdasar rasio (logika) dan emosi. Keduanya memiliki bagian yang sama besar dalam kehidupan manusia.

“Namun dalam kenyataannya, sebagian masyarakat menggunakan emosinya sekitar 90 persen ketimbang rasio. Ini artinya, mereka lebih mudah menerima sesuatu yang memancing emosi, terlepas dari benar atau tidaknya informasi tersebut,” terang dr Roslan.

Kecenderungan emosi yang mendominasi ini menyebabkan seseorang lebih suka menerima informasi yang sesuai keinginannya. Alhasil, meski info tersebut tak bisa diterima rasio atau kurang sesuai dengan situasi terkini (relevan), tetap saja hoax tetap lebih mudah diterima walaupun logikanya meragukan kebenaran berita tersebut.

Menurut dr Roslan, kecenderungan masyarakat mudah menerima hoax dapat diubah walaupun perlu waktu lebih dari satu generasi. “Salah satu solusinya adalah perlakuan menekan berbagai informasi yang memancing emosi. Contoh, informasi yang beredar di masyarakat diganti dengan yang memancing kerja rasio untuk menilai kebenarannya,” pungkasnya. @dc/LI-15

Baca Juga:  Diisukan akan nahkodai Demokrat Jatim, Emil dinilai kurang optimal jadi pengurus parpol

Related posts