Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Cabang Kabupaten Sumedang, Jabar, kini tengah menjadi pergunjingan. Pasalnya, oknum pegawainya diduga berselingkuh dengan isteri orang. Bahkan, untuk menutupi kesalahannya, terduga berniat bayar uang ‘tutup mulut’ sebesar Rp100 juta.

Oknum pegawai KPPN Gol III B itu berinisial Sop (54). Menurut pengakuan para pegawai KKPN, sejak kelakukannya terbongkar, Sop sudah sekitar dua minggu ini tidak masuk kantor.

Sop yang dikenal memiliki dua isteri sengaja menghindar dari rasa malu terkait perbuatannya yang diduga merusak rumah tangga ibu dari dua anak berinisial Mae, usia 37 tahun.

Kejadian berawal, suami Mae yang mengendus isterinya menjadi sasaran nafsu amoral Sop. Akhirnya, sang suami berhasil membongkar hubungan yang tidak terpuji itu. Sop tidak bisa mengelak perbuatan buruknya, kemudian membuat pernyataan tertulis dan berjanji tidak akan mengulang. Surat pernyataan itu ditandatangani Sop di atas materai tertanggal 24 Oktober 2018.

Dalam pernyataannya, Sop mengakui bahwa dirinya pernah melakukan hubungan suami isteri dengan Mae sebanyak lima kali. Hubungan perselingkuhan itu dilakukan di daerah Kopo Bandung dan di Sumedang.

Sop berniat memberikan uang ‘tutup mulut’, atau untuk “konvensasi” kesalahannya Rp100 juta, dengan catatan suami Mae bisa memaafkan dan tidak memperpanjang kesalahannya. Bahkan, uang tersebut sebagaimana tertulis dalam surat pernyataan dijanjikan akan diberikan 8 Nopember 2018. Kenyataannya hingga kasus jadi gunjingan heboh di kantornya, Sop tidak pernah membayar sepeser pun.

Kepala KPPN Sumedang, Lili Khamiliyah, SE MSi saat dikonfirmasi awak media, ia tidak berkenan menerima wartawan. Ondi Juhana, Humas KPPN Sumedang, menerangkan kasus Sop sudah banyak yang mengetahui karena adanya laporan kasus itu, termasuk Kepala KPPN. Sementara itu, Sop sudah hampir dua minggu tidak masuk kantor.

“Atas perlakuanya (Sop) hampir semua karyawan disini geram, terutama Ibu Lili selaku kepala kantor,” kata Ondi, Rabu (28/11/2018) di ruang tamu KPPN.

Ondi mengatakan, saat ini pihak KPPN Sumedang, tengah menindaklanjuti permasalahan tersebut. Upaya pemanggilan terhadap Sop sudah dilakukan pihaknya lewat surat. Pihak KPPN Sumedang akan klarifikasi yang bersangkutan.

“Sejak permasalahan ramai dibicarakan, hampir dua minggu ini Sop, menghilang alias tidak ngantor,” beber Ondi.

Namun, sambung Ondi, pihaknya tetap akan memberikan tindakan atau sanksi sesuai prosedur internal lembaga dan perundang-undangan ASN (Aparatur Sipil Negara) yang berlaku.

Diakui Ondo, pihaknya akan melakukan pemanggilan kedua. Jika tetap mangkir, akan mendatangi Sop di tempat tinggalnya, kawasan Perumahan Bumi Rancaekek, Kabupaten Bandung. @Rony

Keterangan foto:
Kantor KKPN Sumedang tempat Sop bekerja sebagai ASN, kini menjadi sorotan masyarakat Sumedang, Jawa Barat. @foto:rony