Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Tanda tanya pernyataan Prabowo soal  Ibukota Yerusalem, peneliti: Bisa turunkan elektabilitas Pilpres
Prabowo Subianto/ @foto:
HEADLINE

Tanda tanya pernyataan Prabowo soal Ibukota Yerusalem, peneliti: Bisa turunkan elektabilitas Pilpres 

LENSAINDONESIA.COM: Pernyataan calon presiden Prabowo Subianto yang menghargai pemindahan Kedubes Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem, masih terus menjadi tanda tanya besar karena dinilai sangat kontroversi dengan pandangan umat Islam di Indonesia.

Peneliti Publik Istitute (IPI) Karyono Wibowo menilai pernyataan Prabowo tersebut membuat perasan umat Islam di Indonesia yang merupakan mayoritas bisa terlukai, bahkan juga umat Islam dunia .

“Sikap Prabowo tersebut bisa melukai umat Islam, tak hanya di Indonesia tapi juga bagi umat Islam di dunia,” kata Karyono dalam keterangannya, Jumat (30/12/2018).

Peneliti IPI ini menarik benang merah pernyataan Prabowo dengan sikap keberpihakan Donald Trump terhadap Israel. “Pernyataan Prabowo tersebut bisa dikaitkan secara simetris dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump,” katanya.

Presiden AS Donald Trump belum lama ini mengumumkan pemindahan kedutaan besar Amerika Serikat ke Yerusalem dan mengakui sebagai ibu kota Israel. Sikap Donald Trump yang dinilai melukai warga Palestina itu ditentang berbagai negara, bahkan umat Islam di dunia.

Tidak diketahui jelas isi hati terdalam Prabowo mencetuskan pernyataan kontroversi terhadap mayoritas umat Islam di Indonesia itu. Karyono berpandangan, sikap Prabowo menghargai pemindahan Kedubes Australia ke Israel bertentangan dengan sikap resmi pemerintah Indonesia yang secara tegas menolak pemindahan ibu kota Israel ke Yerusalem.

“Jelas sikap Prabowo tidak sesuai dengan aspirasi umat Islam dan bertentangan dengan Pancasila, juga Pembukaan UUD Republik Indonesia 1945,” kata Karyono.

Sebagaimana ramai diberitakan, Prabowo mengeluarkan pernyataan kontroversi menyebut tidak masalah jika pemerintah Australia ingin memindakan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem, setelah dirinya berpidato di Indonesia Economic Forum 2018 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (21/11/2018).

Prabowo menyatakan itu saat ditanya wartawan asing mengenai sikapnya terhadap rencana pemindahan Kedubes Australia dari Tel Avis ke Yerusalem.

Baca Juga:  Pelaku curanmor dihajar warga di Pasar Balongsari

Yang juga masih menjadi tanda tanya kenapa sikap kontroversi terhadap umat Islam itu disampaikan Prabowo di tengah hangatnya situasi politik menghadapi Pilpres. Karyono menilai pernyataan tersebut bisa menggerus kepercayaan umat Islam dan menurunkan elektabilitasnya dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang. @licom_09

Foto: dok.tribunnow