LENSAINDONESIA.COM: Polrestabes Surabaya mengevakuasi 249 mahasiswa asal Papua yang masih berada di Asrama Mahasiswa Papua di Jl Kalasan, Surabaya, Minggu (02/12/2018).

Mereka diminta kembali ke daerah masing masing tempat mereka kuliah.

Para mahasiswa dari berbagai kampus yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) itu sebelumnya sempat diamankan dimintai keterangan terkait aksi demo Peringatan HUT Organisasi Papua Merdeka di Jl Pemuda Surabaya, Sabtu (01/12/2018) kemarin.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan, pihaknya bersama TNI dan Forpimda, Surabaya telah melakukan evakuasi para mahasiswa tersebut ke daerah mereka berdomisili.

“Kami bersama Forpimda baru saja telah melakukan evakuasi mahasiswa yang menamakan Aliansi Mahasiswa Papua itu untuk kita kembalikan ke berbagai daerah berdomisili dan berkuliah,” terang Rudi.

Para mahasiswa itu dipulangkan tempat domisili dengan bus dan sebagain diantar ke terminal Purabaya untuk berangkat naik bus sesuai tujuan daerah domisili

“Tadi sudah kita saksikan bersama, sebanyak 50 Mahasiswa dengan menggunakan satu unit bus, diberangkatkan ke Malang. Lalu
ada103 Mahasiswa lainnya, telah kami evakuasi lalu kita antar ke terminal Bungurasih untuk kembali ke daerah masing-masing berdomisili,” papar Rudi.

Kapolres menyebutkan bahwa mahasiswa Papua yang berdomisili di sekitaran Surabaya sebanyak 83 orang. Lalu yang tinggal di asrama sebanyak13.

Mantan Direktur Reserse Kriminal khusus (Dirreskrimsus) Polda Jatim ini menegaskan, pihaknya tidak segan-segan menindak para mahasiswa yang sudah dievakuasi tersebut, bila dalam waktu dekat kembali.

“Kami sudah memfasilitasi mereka kembali ke tempat domisilinya, dan bila kembali lagi dan berpotensi berbuat kekacauan, kami akan melakukan tindakan tegas,” pungkasnya.

Diketahui, Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Surabaya merayakan Hari Kemerdekaan Papua Barat dengan menggelar aksi di Jalan Pemuda, Sabtu (01/12/@9118). Dalam orasinya, mereka menuntut agar rakyat Papua diberi kehendak bebas untuk menentukan nasibnya (merdeka).@rofik