LENSAINDONESIA.COM: I Wayan Budi Brahmana dan istrinya Chichi Prihastini (32) harus duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Surabaya, untuk menjalani sidang atas kasus penggelapan, Selasa (04/12/2018).

Suami-istri warga Jl Legundi, Surabaya didakwa atas penggelapan 3 unit mobil, sebagai mana diatur dalam pasal 372 KUHP.

“Terdakwa menyewa tiga unit mobil terhadap saksi (korban) Jayadi, namun keduanya telah menyalahgunakan dan menggelapkan kendaraan tersebut tanpa izin dari saksi,” terang Jaksa Penuntut umum (JPU) Damang Anubowo.

Diungkapkan Damang, dalam melakukan aksinya, terdakwa Chichi Prihastini menyewa 2 unit mobil Avansa dengaan dalih digunakan sebagai tarnportasi di kantornya.

“Terdakwa Chichi Prihastini, bersama Suaminya (I Wayan) kembali menyewa 1 unit mobil lagi dengan dalih ada digunakan untuk acara keluarga. Dan keduanya menghilang setelah menyerahkan kendaraan kepada Kurniawan (DPO).

Setelah mendengar dakwaan, kedua terdakwa mengaku tidak keberatan dan membenarkan setelah ditanya majelis Hakim,” benar Pak Hakim, kami tidak keberatan.

Sidang yang dilanjutkan dengan keterangan saksi, Jaksa penuntut umum (JPU) Damang Anubowo menghadirkan saksi korban yakni Jayadi. Dalam keterangannya, saksi menyatakan, pihaknya percaya terhadap terdakwa karena bertetangga.

“Kami percaya Pak, karena kami bertetangga dan terdakwa sudah sering menyewa mobil kami,” ungkap saksi Jayadi.

Jayadi menjelaskan lebih lanjut, terdakwa yang sebelumnya menyewa mobil, kembali datang dengan meminta kendaraan yang lebih bagus, dengan dalih sebagai operasional di kantornya.

“Karena kami sudah saling kenal, saat terdakwa menyewa untuk operasional di kantornya, kami berikan. Namun beberapa hari kemudian (30/12/2017), keduanya kembali menyewa 1 unit lagi untuk digunakan acara keluarga,” tambah saksi.

Saat ditanya majelis Hakim, kedua terdakwa mengaku bahwa kendaraan yang disewa dari saksi, lalu ia dipindah tangankan kepada Kurniawan (DPO). “Kami hanya sebagai perantara Pak Hakim, yang menyewa mobil itu Kurniawan yang katanya digunakan untuk kendaraan operasiinal di kantornya,” ucap terdakwa Chichi.

Disinggung keberadaan Kurniawan, dua Sarjana ekonomi ini mengaku tidak tahu dan sudah lama tidak berkomunikasi pasca penyerahan 3 unit kendaraan tersebut.”Kami sudah lama tidak bertemu Pak,” ucap keduanya singkat.@rofik