Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Polisi Cikarang giring puluhan pelajar yang hendak tawuran
ilustrasi tawuran antar pelajar. (foto: istimewa)
JABODETABEK

Polisi Cikarang giring puluhan pelajar yang hendak tawuran 

LENSAINDONESIA.COM: Kepolisian Sektor Cikarang telah mengamankan 35 pelajar dari dua sekolah yang berencana mengadakan tawuran, SMK Ristek Jaya dari Jakarta Timur dan SMK Puja Bangsa dari Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi Jawa Barat.

“Ada 35 orang pelajar secara keseluruhan yang kita amankan, dengan rincian 22 Pelajar SMK Ristek Jaya, terdapat satu orang alumni dan satu orang yang sudah droup out dari sekolah tersebut. Sedangkan 8 orang pelajar yang kita amankan dari SMK Puja Bangsa dan terdapat satu orang alumni dan satu orang pelajar dari SMK Dewantara,” kata Kapolsek Cikarang Kompol. Sujono, Selasa (04/12/2018)lalu.

Sujono menceritakan kronologisnya, bermula ketika seorang pelajar SMK Puja Bangsa (IA) memberitahu via whatsapp ke temannya yang bersekolah di SMK Ristek Jaya untuk datang ke SMK Puja Bangsa yang diduga hendak melakukan tawuran, ucapnya.

Lanjut Sujono, kemudian pelajar SMK Ristek Jak Tim yang berjumlah 24 pelajar, berangkat dengan menumpang kereta api dan turun di Stasiun Cikarang dan dijemput oleh para pelajar SMK Puja Bangsa.

Kemudian gabungan pelajar SMK Puja Bangsa dan SMK Ristek Jak Timur sepakat menyerang SMK Sunan Gunung Jati yang berada di Karawang dengan menumpang truk. Tetapi mereka tidak bertemu dengan pelajar SMK Sunan Gunung Jati yang rencana awalnya akan diserang. Alhasil mereka (red-para pelajar) pulang kembali ke SMK Puja Bangsa di Cikarang Utara,terang Kapolsek Cikarang.

Kapolsek Cikarang Kompol Sujono menambahkan,hingga akhirnya saat melintas di Jl Raya Urip Sumoharjo di Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, tepat nya depan Kantor Camat Cikarang Utara Kab Bekasi.

Gabungan SMK Puja Bangsa dan SMK Ristek Jaya dihadang oleh pelajar SMK Karya Nusantara Cikarang Barat, hingga pecahlah tawuran namun keburu datang petugas kepolisian dan berhasil mengamankan 6 orang pelajar dengan dibantu warga setempat.

Baca Juga:  Bamsoet bermanuver 'Duri dalam Daging' maju Calon Ketum Golkar, ditanggapi dingin Timses Airlangga

Sementara sisanya kabur ke rumah salah satu pelajar (FN) yang berada di Kp Jagal, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kab Bekasi,” kata dia.

Hingga akhirnya pihak Kepolisian Cikarang mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa ada kelompok pelajar sudah tengah malam masih berkumpul di rumah (FN).

Kepolisian bergerak cepat mendatangi rumah (FN), selanjutnya di lakukan pemeriksaan dan pengeledahan tas, baju dan lainnya, akhirnya mengamankan 35 pelajar.

“Seluruh pelajar di amankan di Mapolsek Cikarang dan barang bukti yang berhasil diamankan 20 unit Hp berbagai merk, 8 unit sepeda motor berbagai merk dan beberapa senjata tajam jenis clurit, parang, samurai dll,” ungkapnya.

Tindakan yang dilakukan pihak Kepolisian mengamankan seluruh pelajar yang berhasil ditangkap sekaligus memanggil pihak sekolah serta pihak orang tua dan melakukan pendalaman/interogasi terhadap semua pelajar. “Apabila terpenuhi unsur tindak pidana kedapatan membawa sajam akan di proses lebih lanjut,” tutur Kompol Sujono.

Dari hasil interogasi terhadap semua pelajar, bahwa sajam yang di temukan di letakan di atas lemari pakaian di dalam saung bukan miliknya. Saung tersebut berada di depan rumah milik (FN) yang berdeketan dengan para pelajar nongkrong, serta melakukan pemerikasaan kepada orang tua (FN).

Hasil keterangan bahwa terkait sajam tersebut tidak tau menahu dan tidak pernah melihat barang tersebut sebelumnya.

Sementara itu, pihak Polsek Cikarang memanggil semua pihak, termasuk sekolah dan orang tua para pelajar untuk membuat surat pernyataan, semua anak sekolah dan orang tua di kumpulkan di dalam Aula Polsek untuk di berikan arahan oleh Kapolsek, Waka Polsek dan Kanit Reskrim sebelum seluruh pelajar dipulangkan dan seluruhnya dihadiahi rambut di potong cepak/gundul.

Baca Juga:  Menuju Pilkada 2020, ini visi misi luar biasa Whisnu Sakti Buana membangun Surabaya

“Kami yang mewakili atas nama Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah SMK Puja Bangsa beserta SMK Ristek Jaya dan seluruh orang tua murid mengucapkan banyak terima kasih atas penanganan yang baik, dan bisa menyelamatkan generasi muda dari tawuran, juga meminta maaf kepada pihak kepolisian atas ulah anak anak kami yang sudah merepotkan para petugas kepolisian. Kedepannya orang tua beserta sekolah akan menjaga dan mengawasinya,” tandas Kepsek SMK Puja Bangsa mewakili.@Sofie