Trending News

17 Aug 2019
Inventor Kontruksi Sarang Laba-laba bantah telah dituduh memplagiat temuannya sendiri
EKONOMI & BISNIS

Inventor Kontruksi Sarang Laba-laba bantah telah dituduh memplagiat temuannya sendiri 

LENSAINDONESIA.COM: Terkait kasus pelanggaran hak paten pada pembangunan pondasi jaring rusuk beton pasak vertikal yang diduga melanggar hak paten akhirnya disangkal oleh penemunya.

Ir. Ryantori, penemu konstruksi Jaring Rusuk Beton Pasak Vertical (JRBPV) menyangkal, penemuannya tersebut merupakan pengembangan dari Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSLL) milik PT KSB yang dituduh memplagiat.

“Saya heran, jika saya sebagai penemu KSLL malah dijadikan tersangka dengan tuduhan menjplak temuan saya sendiri. Dan JRBPV itu hasil pengembangan dari KSLL yang saya temukan sendiri,” ujar Ryantori saat dikonfirmasi Lensaindonesia.com di Surabaya, Sabtu (09/10/2018).

Ia menambahkan, untuk JRBPV tersebut memiliki fungsi yabg berbeda dengan KSLL. Dan itu pun hasil.penemuan Ryantori sendiri.

“Namanya inovasi itu terus berkembang, maka saya sebagai penemu KSLL pun berhak mengembangkan hingga berhasil membesut JRBPV yang mengantongi paten biasa dan bukan paten turunan. Bedanya dengan KSLL, bahwa JRBPV itu kontruksi mampu mengantisipasi gedung miring, yang jelas itu novelty!” tegas Ryantori.

Ia menambahkan, KSLL yang diakui dipatenkan oleh PT KSB tersebut penerapan penggunaannya pada bangunan tanpa adanya konsultasi dengan pihaknya.

“Saya kan penemu KSLL, masa saya dituduh menjiplak? Apalagi penerapan KSLL pada beberapa proyek itu tanpa konsultasi dengan saya. Berbeda dengan JBRPV yang dibesut oleh PT CAI itu memang penemuan saya sendi,” tutur Ryantori.

Untuk perhitungan, lanjutnya, Ryantori tak pernah membocorkannya. Dan yang ada hanya menggunakan metode copy paste.

“Semua itu menggunakan metode copy paste saja. Mereka nggak tahu hitungan jenis kontruksi tersebut. Paten JRBPV terbit, ID 43873. Paten biasa bukan paten turunan dari KSLL dengan Inventor Ir. Ryantori. Sudah jelas, itu pemegang hak patennya ya saya sendiri,” terangnya.

Inilah kronologi versi Ryantori sebelum kasus ini meluap.

Tahun 1979 KSLL awal didaftarkan ke kantor paten yang saat itu belum ada Undang-Undang paten penemu. Di tahun 2003, perbaikan KSLL didaftarkan lagi ke kantor paten. Lalu tahun 2007, sertifikat paten terbit dari kantor paten dengan nomor ID 18808 dengan inventor Ir Soetjipto dan Ir Ryantori.

Tahun 2013, PT KSB terbukti melakukan Wanprestasi. Pihaknya tak membayar royalti, dan tak pernah melaporkan kepada inventor dan mengingkari kesepakatan awal.

Lalu tahun 2014, Ryantori mengembangkan teknologi inovatif Jaring Rusuk Beton Pasak Vertikal (JRBPV) dengan paten biasa.

Sebagai informasi, teknologi JRBPV berbasis pasak dan telah diaplikasikan sekitar 500 bangunan di Jatim, ada 7 bangunan dengan teknologi JRBPV yakni Sumenep 3 unit, Jombang 1 unit dan Sidoarjo 3 unit.@Eld-Licom

Related posts