Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Ahmad Dhani sebut ada oknum AKBP Polda Jatim licik
Ahmad Dhani
HEADLINE

Ahmad Dhani sebut ada oknum AKBP Polda Jatim licik 

LENSAINDONESIA.COM: Setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencamaran nama baik oleh Polda Jatim pada Kamis (18/10/2018) lalu, Ahmad Dhani Prasetyo rupanya tak terima dan menyebut ada kecurangan yang dilakukan oknum berpangkat AKBP.

“Oknum Polda Jatim curang. Saya patut curiga kepada tim penyidik Polda Jatim yang menjadikan saya tersangka dalam kasus pencemaran nama baik,” terangnya, Selasa (11/12/2018).

Politisi Partai Gerindra itu mengaku ingin menyebut oknum penyidik itu zalim, namun baginya pernyataan itu tidak pas. “Wong bukan jenderal, baru AKBP sudah ada bakat licik, berbakat jadi jenderal zalim,” sambungnya.

Ahmad Dhani menganggap ada mindset bahwa dirinya harus dimasukkan pengadilan. “Apapun cara dilakukan. Saya boleh katakan secara halus tidak profesional, dalam bahasa sehari-hari itu curang,” tambahnya.

Saat ditanya point yang menjadikan kecurigaannya, Ahmad Dhani lantas bicara sejumlah titik kecurangan yang dirasakannya. “Ada saksi ahli ITE yang lebih kompeten tapi malah cari saksi ahli kelas Pemprov. Ketika ada saksi ahli hukum ITE dari pusat (Kemenkominfo), bukannya diminta keterangan soal materi pokok perkara, malah diminta menjelaskan soal teknis pentransmisian” katanya.

Menurut Ahmad Dhani, penyidik Polda Jatim tidak mau bertanya, apakah pernyataan ‘idiot’ ini masuk unsur pidana? seperti yang diisyaratkan UU ITE pasal 27. Jika pertanyaan itu dilontarkan, ahli akan menjawab ‘tidak’ dengan tegas. “Jadi memang kalau maunya tim penyidik supaya Ahmad Dhani di P21 (siap disidangkan), entah terbukti atau tidak urusan nanti, itu namanya licik, curang,” tambahnya.

Pihak Polda Jatim sendiri bersikukuh menegaskan penetapan Ahmad Dhani sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik sudah sesuai prosedur. “Dalam kasus yang berujung pada pelaporan itu, kami sudah memeriksa beberapa ahli bahasa, ahli lain, saksi-saksi juga. Kami telah menetapkan yang bersangkutan (Ahmad Dhani) sebagai tersangka,” tegas Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, Kamis (18/10/2018) lalu.

Baca Juga:  Kongres IKA ITS aklamasi pilih Sutopo Kristanto sebagai ketua umum

Perlu diketahui, ujaran Ahmad Dhani yang berujung pelaporan pencemaran nama baik ini dilontarkannya dalam video di Facebook. Saat itu, Dhani yang hendak mengikuti deklarasi tagar 2019GantiPresiden dihadang sejumlah massa Koalisi Bela NKRI. Dalam videonya, Dhani menyebut orang-orang yang menghadangnya idiot. @DC/LI-15