Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Indosat Ooredoo akselerasi smart city di 16 kota
Bisnis

Indosat Ooredoo akselerasi smart city di 16 kota 

LENSAINDONESIA.COM: Indosat Ooredoo Business andil dalam penyusunan master plan smart city di 16 kota/kabupaten sebagai technology advisor. Untuk itu, perlu menghadirkan beragam solusi sesuai strategi perusahaan guna mengakselerasi B2B (Business to Business) sebagai mesin pertumbuhan yang baru.

Intan Abdams Katoppo, Chief Business Officer Indosat Ooredoo mengatakan, komitmen Indosat Ooredoo Business untuk berkontribusi pada pembangunan smart city di Indonesia ini sesuai target Indosat Ooredoo Business sebagai trusted digital partner.

“Hal ini terbukti dari kontribusi Indosat Ooredoo yang sejak awal andil pada program Gerakan Menuju 100 Smart city mulai dari Jakarta Smart city Forum – 2015, Indonesia Smart city Forum – 2016 (Bandung), dan Gerakan 100 Kota Cerdas tahap I tahun 2017 (Makassar) serta tahap II di tahun 2018 ini,” jelas Intan di Jakarta, Jumat (14/12/2018).

Indosat Ooredoo Business membangun ekosistem smart city terdiri dari infrastruktur telekomunikasi dan ICT, platform smart city, dan aplikasi-aplikasi yang berjalan di atasnya secara terintegrasi dan berkesinambungan.

“Indosat Ooredoo juga menghadirkan ragam solusi ICT sebagai enabler Smart city berbasis TIK di antaranya smart plate & face recognition solution, command center, smart light PJU, e-tax, e-retribusi, smart bike sharing, dan digital library. Ke depan kami akan terus berinovasi menghadirkan solusi yang dibutuhkan pelanggan dalam era 4.0 saat ini” tandasnya.

Gerakan Menuju 100 Kota Cerdas tahun 2018 merupakan tahap ke II di tahun ini yang terpilih 50 kota/kabupaten untuk ikut pada program BIMTEK (bimbingan teknis). Kota/kabupaten tersebut berhasil memenuhi syarat terdahap implementasi smart city berbasis teknologi informasi. Gerakan ini didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, Bappenas, dan Kantor Staf Kepresidenan Republik Indonesia.@Rel-Licom

Baca Juga:  Amblas! Jika pengusaha lama latahan ikut pola bakar uang