Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Jawa Timur segera punya Kawasan Ekonomi Khusus di Malang
Direktur PT Intelegensia Grahatama (IGT) selaku pengelola SITC (Singhasari Intergrated Tourism Center) Kriswidyat Praswanto saat menjelaskan sejumlah konsep pengembangan wilayah KEK Singhasari. FOTO: Sarifa-LICOM
HEADLINE PROOTONOMI

Jawa Timur segera punya Kawasan Ekonomi Khusus di Malang 

LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah segera menetapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari di kawasan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Saat ini prosesnya tinggal menunggu Peraturan Pemerintah (PP) saja.

Jika sudah resmi turun PP, maka Jawa Timur untuk pertama kalinya punya wilayah KEK pariwisata. Tak hanya itu, fasilitas yang didapat jika suatu wilayah telah ditetapkan sebagai KEK, maka otomatis ada kemudahan investasi dan fasilitas pajak.

Direktur PT Intelegensia Grahatama (IGT) selaku pengelola SITC (Singhasari Intergrated Tourism Center) Kriswidyat Praswanto menjelaskan pihaknya telah menyiapkan sejumlah tahapan proyeknya.

“Bulan November KEK Singhasari sudah disetujui oleh Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, saat ini kami menunggu proses penetapan Rancangan Peraturan Pemerintah. Setelah PP ini keluar ini jadi landasan hukum untuk pengembangan wilayah ini,” katanya pada LICOM di Singosari, Malang pekan kemarin.

Ia melanjutkan, ada tiga hal yang utama dalam pengembangan kawasan KEK Singhasari ini, mulai dari pariwisata, ekonomi digital dan ekonomi kreatif.

“Tiga hal ini kita integrasikan sehingga ada impact ekonomi antara kawasan lokal dan regional di Jatim menjadi signifikan. Khusunya pengembangan ekonomi kreatif ini yang sangat memberdayakan perekonomian masyarakat,” ujar Kris.

Sebagai contoh, Kris lantas merinci tahapan pembangunan KEK Singhasari. Fase pertama, dalam waktu 3 tahun, berbagai fasilitas penunjang pariwisata. Antara lain hotel, villa, zona ekonomi kreatif sampai pusat teknologi.

“Lahan untuk pembangunan berbagai fasilitas juga sudah siap. Tahap awal kami siapkan 2.871 hektar yang ada di tiga desa yaitu Desa Langlang, Desa Tunjungtirto dan Desa Purwoasri,” imbuh dia.

Ditambahkan, dinarek tersebut juga akan dibangun museum digital. Sehingga keberadaan museum diharapkan akan menjadi salah satu daya tarik utama wisatawan.

Baca Juga:  Siswa SMKN asal Madura jadi pemeran utama teatrikal perobekan bendera belanda di Hotel Yamato

“Jadi yang kami jual harus beda. Tidak sa­ling memakan. Salah satunya museum digital yang bersifat edutainment,”
pungkasnya.

Intinya KEK Singhasari ini akan mengusung konsep wisata heritage, dengan latar belakang kerajaan Singhasari (Singosari), serta menyiapkan kluster untuk techno park. Sebuah konsep seperti silicon valley. Kosep itu mengadopsi dari kawasan techno park yang lokasinya tak jauh dari Dusseldorf, Jerman.

Singosari sendiri adalah kota kecamatan di wilayah Kabupaten Malang. Wilayah ini berada di jalur perlintasan dari Kota Surabaya menuju Kota Malang maupun Kota Batu. Untuk potensi wisata peninggalan sejarahnya juga sangat mengagumnkan. Di antaranya ada Candi Singosari, Candi Sumberawan, Pemandian Ken Dedes dan Museum Singosari.@sarifa