Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
DPRD Surabaya tambah tiga kawasan yang harus bebas dari rokok
Anggota Pansus Raperda Kawasan Tanpa Rokok DPRD Surabaya, Ibnu Shobir. FOTO: istimewa
HEADLINE PROOTONOMI

DPRD Surabaya tambah tiga kawasan yang harus bebas dari rokok 

LENSAINDONESIA.COM: Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tanpa Rokok oleh DPRD Surabaya yang terbaru menetapkan penambahan kawasan atau tempat harus bebas dari rokok. Diantaranya, tempat kerja, tempat umum, dan tempat lainya.

Penambahan tempat kawasan bebas rokok ini melengkapi yang tertuang dalam Perda 5 tahun 2008 tentang kawasan tanpa rokok dan kawasan terbatas rokok yang meliputi, sarana kesehatan, tempat proses belajar mengajar, arena kegiatan anak, tempat ibadah dan angkutan umum.

Anggota Pansus Raperda Kawasan Tanpa Rokok DPRD Surabaya, Ibnu Shobir menjelaskan dengan penambahan kawasan bebas rokok tersebut jumlahnya menjadi delapan lokasi.

“Selain lima item sebelumnya, ada penambahan 3 kawasan, yakni tempat kerja, tempat umum dan tempat lainnya,” ujarnya, Senin (17/12/2018).

Politisi PKS ini menyebutkan, dalam aturan nanti substansinya adalah pengaturan tempat-tempat mana yang boleh dan tidak untuk merokok. Jadi, Raperda tersebut menjamin hak kesehatan orang-orang yang tak merokok. “Jangan sampai menjadi perokok pasif atau perokok ketiga,” tegasnya

Shobir menerangkan, maksud perokok ketiga berdasarkan pandangan pakar kesehatan masyarakat adalah mereka yang tak merokok namun terkena dampak dari perokok. Diantaranya akibat dari lingkungan juga menyerap nikotin, dan dalam suhu tertentu akan melepaskannya dalam selang waktu sekitar sebulan. “Menurut pakar FKM dari Unair yang kita undang seperti itu,” jelasnya.

Ia mengakui, penerapan Perda 5 Tahun 2008 tidak maksimal. Pada Raperda Kawasan Tanpa Rokok yang tengah dibahas di Komisi D diusulkan adanya pasal yang menjamin implmentasinya. “Jangan buat perda, tapi tak ada implementasi penegakkannya,” katanya.

Anggota pansus lainnya, Dyah Katarina mengakui bahwa usia perokok dini terus bertambah. Melalui Raperda KTR nantinya, pihaknya mendorong adanya gerakan edukasi di masyarakat secara promotif dan preventif. “Kondisi di lapangan, anak- anak SD sudah ada yang belajar merokok. Makanya kita atur bentuk pencegahannya,” ujarnya.@wan

Baca Juga:  Wali Kota Risma panggil puluhan pelajar yang terjaring razia Satpol PP