Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Judi dadu Stasiun Wonokromo ramai peminat, siapa berani menindak?
Ilsutrasi judi dadu
HEADLINE

Judi dadu Stasiun Wonokromo ramai peminat, siapa berani menindak? 

LENSAINDONESIA.COM: Stasiun Wonokromo menjelma menjadi surganya para pejudi. Setiap malam antara pukul 20.00-03.00 WIB, wilayah ini berubah menjadi kasino judi yang nyaris tak pernah disentuh polisi.

Pantauan Lensa Indonesia, judi yang digelar di dalam area Stasiun Wonokromo ada dua jenis. Yakni judi dadu dan judi jenis cap jie kie. Saking amannya wilayah ini dari pantauan polisi, perputaran uang setiap harinya di area judi ini mencapai ratusan juta Rupiah. Bahkan pejudi yang datang ke lokasi ini tak hanya dari Surabaya saja. “Ada yang dari Sidoarjo, Malang, bahkan Jember,” sebut sumber yang meminta namanya dirahasiakan.

Saat melakukan investigasi di lokasi judi sisi timur Stasiun Wonokromo beberapa hari lalu, Lensa Indonesia menemukan pemandangan bahwa selain ada dua lokasi judi, di sekitarnya juga ada praktik prostitusi. Sejumlah PSK nampak hilir mudik menjajakan diri.

Nampak sejumlah pria berbadan tegap nampak duduk santai berpencar di sejumlah titik. Diduga kuat, mereka ini oknum yang mendapat jatah rutin dari bandar judi dadu dan cap jie kie yang dikelola ML dan HR.

Kanit Reskrim Polsek Wonokromo Iptu Ristianto saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan adanya praktik judi di Stasiun Wonokromo. Namun pihaknya mengaku kesulitan melakukan penggerebekan karena adanya oknum-oknum dari jajaran lain yang berjaga di lokasi.

“Saya sudah pernah nangkap disitu, terus mereka buka lagi. Disitu ada oknumnya juga. Saya dalam waktu dekat segera koordinasi dengan Polrestabes Surabaya Mas. Untuk tindak lanjutnya, masih menunggu petunjuk Kasat Reskrim,” jelasnya saat dikonfirmasi, Senin (17/12/2018).

Saat ditanya tentang kesulitan melakukan penggerebekan judi di Stasiun Wonokromo, Iptu Ristianto kembali menegaskan bahwa pihaknya sudah pernah mencoba, bahkan sampai terjadi perkelahian. “Kapolsek itu sampai gelut (berkelahi) dengan tim keamanan judi di lokasi itu Mas,” sambungnya.

Baca Juga:  DPR RI pilih Firli Bahuri jadi ketua KPK

Terkait dugaan adanya dana koordinasi berupa jatah uang dari bandar judi ke petugas, Kanit Reskrim Wonokromo ini mengaku tak bisa asal menuduh. “Saya belum bisa memastikan. Yang jelas di sana ada oknumnya. Makanya butuh bantuan Polrestabes Surabaya untuk menggerebek ke sana,” pungkasnya.

Perlu diketahui, judi di kawasan timur Stasiun Wonokromo ini pernah digerebek petugas Polsek Wonokromo pada Selasa (25/7/2017) lalu. Lima tersangka diamankan saat itu, yakni M Faruk (40), warga Tenggilis Mejoyo, Bambang Hermanto (38) warga Sukomanunggal, Agus Parminto (36) asal Sidoarjo, Khoirul Anam (32) asal Malang dan M Soleh (36) asal Jember.

Saat itu Kapolsek Wonokromo yang menjabat adalah Kompol Agus Bahari. Perwira ini menegaskan bahwa perputaran uang di arena ini mencapai puluhan hingga ratusan juta setiap hari. @rofik