Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Polsek Tegalsari bekuk tiga kurir narkoba jaringan Lapas
Tiga tersangka pengedar narkoba jenis sabu yang berhasil dibekuk Unit Reskrim Polsek Tegalsari Surabaya. FOTO: Rofik-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Polsek Tegalsari bekuk tiga kurir narkoba jaringan Lapas 

LENSAINDONESIA.COM: Unit Reskrim Polsek Tegalsari Surabaya membekuk tiga orang pengadar narkoba jenis sabu di dua tempat berbeda pada , Selasa (12/12/2018).

Pertama, pengedar atas nama Ade Widya Arisanto (37). Pria warga Kertajaya Surabaya ini dibekuk di kawasan pasar Keputeran. Sedangkan dua palaku lainya yakni Elfan (19) warga Sidoarjo dan Rifky (19) warga Surabaya ditangkap di Jl Raden Patah, Sidoarjo.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku dikendalikan oleh Bandar yang mendekam di Lapas Banyuwangi dan Pamekasan, Madura.

Kapolsek Tegalsari Kompol David Triyo Prasojo didampingi Kanit Reskrim Iptu Zainul Abidin mengatakan, pihaknya yang mendapat informasi akan adanya transaksi narkoba dua hari sebelumnya, langsung melakukan penyelidikan.

“Setelah melakukan pemantauan, Anggota kami membekuk tersangka Ade Widya Arisanto di kawasan Pasar Keputeran dan ditemukan barang bukti sabu seberat 4,7 gram,” terang David.

Dari pengembangan, petugas mendapat nama dua tersangka lainnya yang terdekteksi berada di Jl Raden Patah, Sidoarjo. Tidak membuang waktu, petugas bergerak untuk melakukan penangkapan.

“Kedua tersanga kami tangkap di Jl Raden Patah, Sidoarjo. Mereka baru saja mengirim sabu dengan sistem Ranjau, yang diletakan di Jl Larangan. Dan kami amankan bersama barang buktinya,” tambah David.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Tegalsari Iptu Zainul Abidin menjelaskan lebih lanjut, tersangka mengedarkan sabu atas perintah Bahri yang saat ini mendekam di Lapas Banyuwangi dan Roni terpidana di Lapas Pamekasan, Madura.

“Ketiganya dikendalikan oleh Bandar yang saat ini mendekam di Lapass Banyuwangi dan Pamekasan, Madura. Merwka mendapat upah sebesar Rp100 ribu- Rp 700 ribu, tergantung banyaknya barang yang dikirim,” ucap Zainul Abdin.

Abidin juga memastikan, bahwa kedua Bandar yang memerintah ketiga tersangka saling berhubungan dan saling menyuplai barang.” Mereka (Terpidana), meski berada di Lapas berhubungan dan saling suplai barang (sabu),” pungkasnya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, ketiga tersangka dijerat pasal 114 ayat (1) pasal 112 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dan diancam hukuman 20 tahun penjara.@rofik