LENSAINDONESIA.COM: Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Surabaya mengelar Kejuaraan Pencak Silat memperebutkan Piala Bambang Haryo Soekartono.

Kejuaraan silat akhir tahun 2018 ini bekerjasama dengan Perguruan Pencak Silat Persinas ASAD Surabaya sebagai Panitia Pelaksana.

Kejuaraan yang digelar di GOR Kodam V Brawijaya ini diikuti sekitar 609 pesilat dari 27 perguruan silat se-Surabaya.

Para atlet akan bertanding mulai 18 hingga 21 Desember 2018. Di mana setiap hari akan diisi tiga sesi pertandingan.

Peserta pertandingan dibagi dalam empat kriteria. Pertama Golongan Usia Dini (9-12 tahun). Kedua, Golongan Pra Remaja (12-14 tahun). Ketiga, Golongan Remaja (14-17 tahun) dan Keempat, Golongan Usia PORPROV (15-10 tahun).

Sementara itu kategori tanding terbagi dalam tiga jenis, yakni tunggal, ganda dan beregu, baik putra maupun putri.

Selama pelaksanaan kejuaraan silat, penilaian dilakukan dengan menggunakan digital scoring. Para atlet pun mendapat jaminan asuransi BPJS selama pertandingan berlangsung.

“Kita punya target ya itu Porprov yaitu sebelum Porprov yaitu pra Porprov yang akan di adakan bulan April di lanjutkan Porprov pada bulan Juli, yang kami harapkan kita mendapatkan suatu prestasi terbaik yang biasanya. IPSI Kota Surabaya bisa ini mendapatkan emas terbanyak atau juara umum terbanyak, ini harus kita ulang lagi selama bertahun-tahun kita mendapatkan juara umum,” ujar Bambang Haryo Soekartono di sela pembukaan di GOR Kodam Brawijaya Surabaya, Selasa (18/12/2018).

“Kita punya target di PON, pra PON, serta kejuaraan Asean maupun kejuaraan seluruh Asia, dan Dunia. Yang kita harapkan kita muncul calon-calon atlet berprestasi,” tambahnya.

Kata Bambang, pemenang pertama, kedua, dan ketiga akan mendapatkan trophy bergilir dan piagam penghargaan. Sementara untuk juara umum, selain mendapatkan trophy tetap dan piagam penghargaan, juga akan mendapatkan hadiah pembinaan berupa uang sebesar Rp 2.000.000 bagi Juara Umum Pertama. Lalu Juara Umum Kedua akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 1.000.000, dan Juara Umum Ketiga sebesar Rp 750.000.

Kejuaraan yang diselenggarakan ini untuk melestarikan budaya asli Indonesia, yakni Pencak Silat. Selain itu juga untuk menunjang program pemerintah dalam peningkatan pembinaan dan pelestarian nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

“Surabaya sendiri kita sudah mendiklar kan sendiri walaupun belum di sahkan oleh Bu walikota, yang kita harapkan di sahkan oleh Bu walikota. Surabaya ini benar-benar sebagai kota pesilat karena satu-satunya kota di Jawa timur yang mempunyai juara-juara, baik itu emas terbanyak dan juga juara-juara tingkat Asean, tingkat Asia maupun tingkat dunia. Dan juga kami harapkan di olimpiade akan turun 2 atlet kita dari Surabaya, ini membentuk suatu mental-mental yang luar biasa. Karena fisik yang bagus, etika moral budaya dan juga berdasarkan Pancasila. UUD 45, NKRI dan bhinneka tunggal Ika, itu masuk di semua jiwa pesilat-pesilat kita sehingga benar-benar ini pesilat-pesilat kita berkarakter Indonesia,” imbuhnya.

Sementara itu, penutupan kejuaraan Kejuaraan Pencak Silat Piala Bambang Haryo ini akan dilangsungkan di lokasi Car Free Day Taman Bungkul, Minggu 23 Desember 2018.@fredy