Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.   
Surabaya kini punya Mini Agrowisata, buka tiap Sabtu, Minggu dan hari libur
pala DKPP Surabaya Joestamadji (bertopi). FOTO: Iwan-LICOM
HEADLINE LIFETREND

Surabaya kini punya Mini Agrowisata, buka tiap Sabtu, Minggu dan hari libur 

LENSAINDONESIA.COM: Warga kota Surabaya tidak perlu jauh-jauh jika ingin ber-agrowisata menikmati Libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, sebab Pemerintah Kota Surabaya kini telah memiliki mini agrowisata sendiri.

Mini Agrowisata yang ada di Jl Pagesangan (kelakang kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Surabaya) ini luas lahan sekitar 8.000 meter persegi. Lahan tersebut Dikonsep layaknya perkebunan di dalam perkotaan, kawasan agrowisata mengenalkan sekaligus mengedukasi berbagai macam jenis budidaya pertanian dan perikanan.

Berbagai macam jenis tanaman, tumbuhan, dan sayuran seperti kangkung, sawi tabulampot, budidaya aggrek, dan juga tanaman budidaya hidroponik tersedia di sini. Selain bermacam tanaman hortikultura, ada juga budidaya berbagai macam ternak seperti ayam petelur, kelinci dan kambing.

Tak hanya itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) juga membudidaya ikan nila dan lele. Bagi pengunjung yang pegal-pegal pun tak usah khawatir karena DKPP menyediakan ikan terapi yang siap memijit manja kaki pengunjung.

Kepala DKPP Surabaya Joestamadji mengatakan, mini agro wisata dibuat untuk mengenalkan berbagai macam jenis tanaman kepada masyarakat. Salah satunya, budidaya jenis tanaman di perkotaan menggunakan hidroponik, polybag dan ember. “Jadi, ketika masyarakat datang, bisa tahu bagaimana budidaya tanaman di perkotaan,” ujarnya pada Selasa, (18/12/2018).

Ia menjelaskan ada berbagai macam jenis pertanian yang disediakan DKPP antara lain timun, cabe, melon, mangga, jambu, sirsak, pepaya, kangkung, sawi, pisang. Selain pertanian, kata Joes, adapula peternakan hewan mulai dari kelinci, ayam dan kambing. Sedangkan perikanan ada budidaya ikan lele serta nila. “Total jumlah kambing sekitar 40 dan biasanya diberikan kepada kelompok tani,” sambungnya.


Kepala DKPP Surabaya Joestamadji menunjukkan salah satu perkebunan di Mini Agrowisata Jl pagesangan, FOTO: Iwan-LICOM

Disampaikan Joestamadji, mini agro wisata sudah ada sejak 15 tahun yang lalu. Mengingat, banyaknya peminat, DKPP membuka wisata ini pada Sabtu, Minggu dan di hari libur mulai pukul 09.00–15.00 WIB.

Baca Juga:  Kapasitas rendah, PUBGM Lite jadi rival seimbang Free Fire

Dikarenakan penataan tempat wisata yang nyaman dan cukup apik, Joestamdji mengaku, jumlah pengunjung jelang liburan natal dan tahun baru dipastikan meningkat dari biasanya. “Jumlahnya saya tidak tahu persis, namun yang datang tidak hanya warga Surabaya melainkan juga luar kota Surabaya,” terang Joes.

Bagi warga yang mengunjungi Mini Agrowisata sewaktu panen buah dan sayuran serta telur hasil budidaya ayam petelur bisa pengunjung bawa pulang. “Kalau masuk musim panen, biasanya kami bagikan kepada warga yang sedang mengunjungi Mini Agrowisata bahkan kami bagikan ke warga sekitar,” ungkapnya.

Sementara itu, bagi warga yang juga ingin mendapatkan bibit, bisa langsung memintanya di Kantor DKKP tapi dengan catatan jika stok masih tersedia. “Biasanya kalau stok bibit di green house melimpah pengunjung dan warga surabaya biasanya kami bagi. Akan tetapi jika stok terbatas ya mohon maaf,” tandasnya.@wan