Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Kasus Gunung Sari Intan, tertuduh balik somasi pelapor
EKONOMI & BISNIS

Kasus Gunung Sari Intan, tertuduh balik somasi pelapor 

LENSAINDONESIA.COM: Kasus Welly Tanubrata, pemilik usaha elektronik Gunung Sari Intan atas tuduhan tindak pidana dan penipuan yang dilaporkan Andreas Tahmrun berujung timbal balik somasi.

Kini, Welly Tanubrata, putra Mariani Tanubrata malahan mensomasi Andreas karena tuduhan tersebut mencemarkan nama baik. Somasi tersebut dilontarkan melalui pengacara Achmad Taufan Soedirjo SH MH, dan Yasin Abdullah SH.

Achmad Taufan Soedirjo menyampaikan, Andreas Thamrun melaporkan Welly Tanubrata ke Polrestabes Surabaya dan bukti laporan tersebut diungkap ke media massa.

“Ekspose media massa itu memojokkan dan berimbas pada tercemarnya nama baik klien kami,” ujar Taufan dalam keterangan resminya, Selasa (18/12/2018).

Menurut laporan bernomor STTLP/B/1243/XII/2018/JATIM/RESTABES SBY itu memaparkan bahwa Welly Tanubrata melakukan tindak kriminal dalam bentuk penipuan serta penggelapan dengan korban Andreas Thamrun dan Go Giek Fe alias Vivi.

Laporan polisi tersebut, lanjut Taufan, sangat tidak tepat dan tak mendasar sebab yang terjadi antara Welly dan Andreas sebetulnya terjadi pinjam meminjam dana. Selama ini, pihak Welly selalu berupaya melakukan pembayaran.

“Ini dibuktikan dengan adanya pengiriman uang beberapa kali,” tandasnya.

Taufan menambahkan, bahkan ada beberapa barang berharga milik keluarga diambil Andreas bernilai ratusan juta rupiah. Dan dianggap pembayaran pengembalian dana pinjaman itu.

“Welly juga selalu kooperatif dan komunikasi dengan Andreas Thamrun secara kekeluargaan, jika sedang tak ada uang,” lanjutnya.

Demikian dengan kasus terkait Go Giek Fe alias Vivi.Tidak benar jika Welly dituduh melakukan penipuan dan penggelapan. Sebab Welly sudah beberapa kali membayar dan ada sejumlah barang elektronik diambil untuk dihitung sebagai pembayaran juga.

“Jadi sudah jelas jika permasalahan pinjaman dana tersebut merupakan permasalahan hutang piutang perdata murni dan bukan perbuatan pidana penipuan dan penggelapan,” tegasnya.

Baca Juga:  Surabaya Fashion Week 2019 optimis transaksi naik hingga 80 persen

Kesimpulannya, Taufan menuntut balik agar Andreas meluruskan berita-berita yang tersebar di media massa serta mengembalikan hak-hak nya yang merugikan lahir dan batin kliennya.@Rel-Licom