Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.  
Hingga akhir tahun 2018, Kementerian Kominfo blokir hampir sejuta situs berkonten negatif
Ilustrasi pemblokiran situs
HEADLINE

Hingga akhir tahun 2018, Kementerian Kominfo blokir hampir sejuta situs berkonten negatif 

LENSAINDONESIA.COM: Kementerian Komunikasi dan Informatika mengklaim telah melakukan pemblokiran terhadap 961.456 situs yang memuat konten negatif sepanjang tahun 2018.

Dari jumlah itu, telah dilakukan normalisasi 430 situs karena adanya klarifikasi dari pemilik situs dan kepatuhan terhadap peraturan yang ada.

Berdasarkan data dari Kementerian Kominfo hingga Minggu (23/12/2018), pornografi masih menjadi situs paling banyak diblokir sepanjang tahun 2018. Total sebanyak 106.466 situs yang mengandung konten pornografi ditutup setelah adanya aduan dari masyarakat ataupun permintaan lembaga.

Peringkat kedua dan ketiga situs yang terbanyak diblokir di tahun 2018 adalah situs judi sebanyak 63.220 dan penipuan 2.639.

Sementara akun platform media sosial yang paling banyak diblokir selama Tahun 2018 adalah Facebook dan Instagram. Berdasarkan database penanganan konten sebanyak 8.903 akun Facebook dan Instagram telah diblokir karena memuat konten negatif.

Jumlah akun media sosial twitter yang telah diblokir sebanyak 4985 dan Youtube 1.689 akun. Sedangkan November 2018, akun file sharing yang telah diblokir ada 517, telegram 502 akun, Line 18 akun dan BBM 5 akun.

Selain itu, Kementerian Kominfo sampai November 2018 juga telah memblokir 500 situs yang memuat konten terorisme, radikalisme dan separatisme.

Berdasarkan laporan Subdit Pengendalian Konten Internet, Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, dalam database penangangan konten tercatat ada tiga situs yang memuat konten separatisme dan organisasi berbahaya telah diblokir.

Untuk situs terorisme dan radikalisme, Kementerian Kominfo telah memblokir 497 situs. Sebanyak 202 situs merupakan jumlah situs yang diblokir sampai bulan Desember 2017.

Pada tahun 2018, Kementerian Kominfo telah memblokir sebanyak 295 situs yang mengandung konten terorisme dan radikalisme. Sementara untuk situs konten separatisme diblokir 3 situs pada Juni 2018.

Baca Juga:  Hari ini! Festival Merah Putih Mitra Gojek serentak digelar 256 Kota

Pemblokiran ini sudah sesuai Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 27 ayat (1) dan (2), Pasal 28 ayat (1) dan (2), Pasal 40 ayat (2).

Meski sudah dilakukan penutupan terhadap situs teorisme dan radikalisme serta separatisme, Kementerian Kominfo terus melakukan pencarian situs dan akun dengan menggunakan mesin AIS setiap dua jam sekali. Selain itu, kerjasama dengan Polri juga terus dilakukan untuk menelusuri akun-akun yang penyebar konten terorisme, radikalisme dan seperatisme. @ant/LI-15