Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Sebuah lembaga dari Perserikatan bangsa-Bangsa 9PBB, Yayasan Studi Demokrasi yang bermarkas di Rusia, membeberkan hal yang mengejutkan dengan mengungkap serangkaian bukti kejahatan White Helmets di Suriah.

Dalam presentasinya di markas PBB New York, Direktur Yayasan untuk Studi Demokrasi, Maxim Grigoriev, menyebut White Helmets (WH) bukanlah tim kemanusiaan, melainkan perpanjangan tangan dari ISIS dan sudah selayaknya dianggap sebagai organisasi teroris.

Meskipun media-media barat memjui White Helmets sebagai tim kemanusiaan yang menolong warga sipil dalam perang Suriah, namun hasil penyelidikan Yayasan Studi Demokrasi menyatakan organisasi itu adalah kelompok yang merekayasa serangan gas kimia, memperjualbelikan organ tubuh warga yang tewas atau luka akibat perang.

Menurut Grigoriev, hampir semua anggota White Helmets adalah orang-orang bayaran. Selain itu, ditemukan bukti tak terbantahkan yang menyatakan bahwa White Helmets juga menerima perintah dari Jaish al Islam, kelompok militan yang sempat menguasai Douma. “Merekayasa serangan gas kimia adalah bagian penting kegiatan White Helmets. Mereka juga terlibat dalam membuat berita bohong dan aksi penyelamatan palsu,” tegasnya.

White Helmets juga dituding menjarah rumah warga yang hancur dan mengambil organ tubuh dari mayat serta memaksa anak-anak keluar dari sekolah dan taman kanak-kanak untuk menjadikan tempat itu markas mereka. “Ada sedikitnya 26 markas mereka di Ghouta Timur, 10 berlokasi di sekolah dan satu di taman kanak-kanak,” pungkas Grigoriev mengutip pengakuan jurnalis Suriah di lokasi.

Laporan penyelidikan dari Yayasan Studi Demokrasi itu sendiri berdasarkan wawancara kepada lebih dari 100 saksi di lapangan, termasuk 40 anggota White Helmets, 50 warga lokal dan 15 bekas militan. Selain itu, lebih dari 500 penduduk di Aleppo dan Daraa juga disurvei.

Hal senada juga diutarakan Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia yang mengklaim punya bukti-bukti yang memperlihatkan kelompok White Helmets sangat berbahaya. “White Helmets layak dimasukkan dalam daftar teroris oleh PBB,” ujarnya seperti dilansir laman Russia Today, pekan lalu. @LI-15