Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Gubernur Jawa Timur Soekarwo kembali mendapatkan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa. Kali ini, gelar di bidang Vokasi Kerakyatan diberikan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Penganugerahan gelar Doktor HC ini diserahkan oleh Rektor UMM Fauzan, dalam Sidang Terbuka Senat di Dome UMM Tlogomas, Kabupaten Malang, Kamis (27/12/2018).

Ada yang menarik saat Pakde Karwo (sapaan akrab gubernur) berdiri di atas podium menyampaikan orasi ilmiahnya. Ia sempat terbata-bata, padahal sejak awal ia lancar dan tegas dalam menyampaikan orasinya.

Tak lama, terdengar suara sesenggukan hingga akhirnya Pakde Karwo meneteskan air mata saat akan mengucapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada orang tua dan keluarganya.

“Maaf saya ‘gembeng’ (gampang menangis), karena saya bersyukur dan sangat berterima kasih kepada semuanya, orang tua, istri, anak-anak. Untuk orang tua saya, semoga Allah SWT selalu memberikan rahmat dan tempat yang mulia kepada almarhum kedua orang tua saya, semoga almarhum Bapak Kartodiharjo dan almarhumah Ibu Dasiyem,” ujar Pakde Karwo.

Ia mengaku terharu karena dirinya tak menyangka hasil didikan orang tuanya yang asli Madiun inilah ternyata dapat memberikan jalan manfaat bagi orang lain.

Gubernur menegaskan pendidikan vokasi sengaja dikembangkan sebagai modal agar Jatim lebih berdaya saing. Hal ini penting dilakukan untuk menjawab tiga tantangan besar yaitu adanya bonus demografi, middle income trap, dan perkembangan revolusi industri 4.0.

Ada sejumlah strategi yang diterapkan selama masa kepemimpinannya, pertama yang dilakukan Pemprov Jatim madalah membuat diskresi kebijakan pengelolaan pendidikan melalui Perda No. 9 Th. 2014 tentang Revitalisasi SMK.

“Perda ini kami buat dalam rangka peningkatan daya siang Jatim, dan terbit lebih dulu sebelum Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK,” ungkapnya.

Untuk mempercepat revitalisasi, pihaknya juga membuat kebijakan moratorium pendirian SMA. Tak hanya itu, ia juga melakukan moratorium bidang kompetensi yang tidak sesuai dengan kebutuhan, misalnya perkantoran, akuntansi, dan teknik sepeda motor. “Saya menetapkan rasio perbandingan siswa SMK:SMA idealnya adalah 70:30,” tegas Soekarwo.

Sebelumnya, Pakde Karwo juga pernah mendapatkan penghargaan serup Doktor HC Bidang Ekonomi dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya pada 2015 lalu.

Acara ini dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Ketua PWM Jatim Saad Ibrahim, beberapa kepala daerah di Jatim, kepala OPD Pemprov Jatim dan undangan lainnya.@sarifa