LENSAINDONESIA.COM: Jurnalis Metro TV Rifai Pamone meninggal dunia pada usia 37 tahun, Jumat pagi (28/12/2018).

Rifai menghembuskan nafas terakhir di Kendari, Sulawesi Tenggara dalam perawatan di sebuah rumah sakit akibat mengalami sesak nafas.

Kakak kandung Rifai, Yusuf Pamone, mengaku tidak menyangka akan kepergian adiknya. Ia menyebut pada Kamis, 27 Desember 2018, kondisi adiknya masih sehat.

“Memang karena sempat sesak nafas, berdahak, kami sempat bawa ke RS kemarin sore jam 5 sore WITA,” katanya.

Menurut Yusuf Pamone, Rifai adalah anak kelima dari enam bersaudara. Dia dikenal sebagai sosok yang baik, yang sayang kepada keluarga. Menurut rencana, kata Yusuf, almarhum akan dimakamkan setelah salat Asar.

“Dia senang menghubungi keluarga. Saat pulang kampung, dia suka keliling dan silaturahmi keliling keluarga,” tambahnya.

Pimpinan Redaksi Metro TV Don Bosco Selamun merasa kehilangan atas kepergian Rifai pria kelahiran Kapaleo, Halmahera, Maluku Tengah, 12 November 1981. Dia mengapresiasi segala keras keras yang telah diberikan Rifai dalam menjalankan tugasnya.

“Selamat jalan Fai. Terima kasih atas senyummu. Terima kasih atas kegembiraan yang Kau bagi selama bersama,” ungkap Don Bosco.

Don Bosco mengenang Rifai sebagai sosok antusias dalam bekerja. Sebagai jurnalis, Rifai telah bekerja dengan sigap dalam setiap penugasan yang diberikan sejak mengawali karier di Metro TV pada Mei 2012.

“Kata terima kasih, rasanya tak memadai untuk menghargai, menghormati, dan mengagumi ketenanganmu ketika berada di bawah ancaman massa demo 212,” jelas dia.

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, yang mengenal sosok Rifai saat menjadi presenter Metro TV Surabaya, kaget mendengar kabar duka ini. Menurut dia, almarhum adalah sosok inspiratif yang menjalankan tugas dengan baik, sungguh-sungguh, dan rileks.

“Ketika bertugas di Jatim (Jawa Timur) dia tanpa mengenal lelah dan selalu ceria,” kenang Gus Ipul saat dihubungi Selamat Pagi Indonesia.@LI-13/mtv