Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Petugas Bea Cukai Juanda gagalkan penyelundupan sabu 2,840 Kg dari Malaysia
Petugas Bea Cukai Juanda menunjukkan pelaku dan barang bukti sabu bruto 2.840 gram. FOTO: fredy-LICOM
HEADLINE DEMOKRASI

Petugas Bea Cukai Juanda gagalkan penyelundupan sabu 2,840 Kg dari Malaysia 

LENSAINDONESIA.COM: Dipenghujung tahun 2018, petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Juanda (KPPBC-TMPJ) menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu seberat hampir 3 kilogram.

Sabu tersebut dibawa oleh seorang pria warga negara Malaysia berinisial WSP pada Senin 24 Desember 2018.

Pria berusia 29 tahun merupakan penumpang pesawat pesawat Air Asia (QZ-321) rute Kuala Lumpur (KUL) Surabaya (SUB).

Kepala KPPBC TMPJ Budi Harjanto mengatakan, WSP ditangkap setelah petugas mecurigai gerak-geriknya. Petugas kemudian terus melakukan pemantauan sebelum melakukan penggeledahan terhadap sebuah korper yang dibawa oleh penumpang asing itu.

Kecurigaan petugas terhadap warga negara Malaysia ini tidak meleset, sebab setelah digeledah, ditemukan 6 bungkus kristal putih dengan berat bruto 2.840 gram yang diduga sebagai narkoba jenis methamphetamine atau sabu.

Menurut Budi Harjanto, WSP menyembunyikan dengan cara mengemas dalam bungkus berbagai macam snack (makanan).

“Kemudian petugas memastikan isi dari makanan tersebut dan ditemukan benda berupa kristal putih yang dimasukkan ke dalam bungkus makanan berupa snack Pringless dan Milo. Dengan begitu upaya penyelundupan 2.840 gram sabu-sabu ini bisa kita gagalkan,” ujanya kepada lensaindonesia.com di Surabaya, Jumat (28/12/2018).

Atas temuan ini, Bea Cukai Juanda telah bekerjasama dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Timur untuk pengembangan lebih lanjut.

Disampaikan Budi Harjanto, berdasarkan UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, penyelundupan narkotika golongan I ke Indonesia merupakan pelanggaran pidana yang sesuai Pasal 113 ayat 2. Pelaku diancam dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun, dan paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga) hukuman.

Sementara berdasarkan Undang-Undang Kepabeanan Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan, pada Pasal 102 disebutkan bahwa setiap orang yang melakukan penyelundunan barang impor dipidana penjara paling singkat 1 tahun dan pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 50.000.000,dan paling banyak Rp. 5.000.000.000.@fredy