Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
#2019GantiTahun, warga dilarang aktivitas di sepanjang pantai Banten
Tsunami di Anyer diharapkan tidak terulah di malam tahun baru. @dok.ist.
HEADLINE

#2019GantiTahun, warga dilarang aktivitas di sepanjang pantai Banten 

LENSAINSONESIA.COM: Gubernur Banten, H Wahidin Halim menetapkan tanggap darurat penanganan bencana tsunami Selat Sunda di wilayah Provinsi Banten, mulai 27 Desember 2018 sampai 9 Januari 2019. Praktis, malam tahun baru dengan tagar seperti #2019Ganti Tahun , warga Banten harus prihatin dan tetap mewaspadai situasi alam.

Penetapan tersebut termaktub dalam Keputusan Gubernur Nomor 366/Kep.350-Huk/2018 tentang Penetapan Status tanggap darurat penanganan bencana tsunami Selat Sunda di Wilayah Provinsi Banten.

Gubernur memutuskan itu berdasarkan Keputusan Bupati Pandeglang Nomor 362/Kep.425/2018 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Penanganan Bencana Tsunami di Kabupaten Pandeglang. Keputusan Bupati Serang juga saa. Keputusan Nomor 360/Kep.504-Huk/2018 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Penanganan Bencana Tsunami di Kabupaten Serang.

Diketahui, 22 Desember 2018, wilayah pesisir Barat Provinsi Banten diterjang Tsunami Selat Sunda. Bencana itu menerjang wilayah Kec. Anyer dan Cinangka di Kabupaten Serang, serta Kec. Carita, Kec. Labuan, Kec. Panimbang, Kec. Sukaresmi, Kec. Cigeulis, Kec. Cibaliung, dan Kec. Sumur di Kab. Pandeglang.

Akibat bencana tersebut, sampai 27 Desember 2018 pukul 19.07, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten menyebutkan 306 orang meninggal dunia, 709 luka-luka, 46 orang hilang, 14.587 orang sekarang berada dalam pengungsian.

Sementara kerugian material mencapai 526 unit rumah, 33 roda empat, 42 roda dua, dan 14 hotel/vila, serta 60 warung kuliner, 215 gazebo, dan 44 unit perahu.

Pemprov Banten sudah respon cepat dalam penanganan bencana tersebut. Seluruhnya terkoordinasi dengan baik, yang langsung dipimpin Gubernur Banten dan Wakil Gubernur Banten.

Tim mempersiapkan berbagai Posko Bantuan yang tersebar di seluruh area yang terkena dampak bencana. Dua jam sejak musibah, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) langsung menurunkan alat-alat berat untuk menormalisasi berbagai akses jalan yang tertutup. Distribusi dan penyaluran bantuan bisa lebih cepat.

Baca Juga:  Akhirnya, Pemerintahan Donald Trump komitmen tingkatkan kerja sama ekonomi dengan Indonesia

Posko Kesehatan juga ditempatkan di setiap Puskesmas. Di posko, ada persiapan obat-obatan, tim Medis serta dokter dari seluruh Kota/Kabupaten yang ada di Prov Banten. Juga mempersiapkan berbagai sarana untuk tempat pengungsian dan Dapur Umum.

Koordinasi yang baik dengan Pemerintah Pusat serta dibantu pihak TNI, BNBP, Kepolisian dan Tim Basarnas serta institusi lainnya menjadikan evakuasi korban bencana dan penanganan korban hingga pengungsi terkoordinasi dengan baik.

Bahkan hingga penyediaan listrik yang padam sejak awal bencana telah dapat dipulihkan kembali hingga penyediaan fasilitas dan sarana komunikasi guna memudahkan tim dan warga berkomunikasi.

Gubernur Banten juga menginstruksikan agar penanganan ini terus dilakukan oleh seluruh instansi dibawahnya hingga pasca bencana selanjutnya. Selain itu, melalui informasi yang update dari BMKG tetap memonitor kondisi Gunung Krakatau.

Itu sebabnya, Gubernur Banten memberikan himbauan dan meminta warga agar tidak melakukan aktivitas di sepanjang pantai, menjauhi minimal radius 1 (satu) kilometer dari pantai. Wisatawan untuk sementara diimbau tidak mengunjungi pantai sampai batas waktu yang ditentukan.

Gubernur juga menghimbau, warga tidak panik dan tetap tenang. Namun, tetap waspada.

Edaran siaran pers yang terus menerus dikirim ke berbagai media oleh Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Provinsi Banten, Kepala Bidang Aplikasi Informatika dan Komunikasi Publik, Drs H Amal Herawan Budhi, M.Pd, MM @sofie

foto:
Tsunami di Anyer diharapkan tidak terulah di malam tahun baru. @dok.ist.