Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Indonesia dirundung bencana,  malam tahun baru diimbau perbanyak dzikir dan doa
Ledakan Gunung berapi seperti Anak Krakatau menyebabkan tsunami. @ilustrasi/bbc
HEADLINE

Indonesia dirundung bencana, malam tahun baru diimbau perbanyak dzikir dan doa 

LENSAINDONESIA. COM: Di tengah suasana Indonesia sedang prihatin menghadapi bencana alam yang belakangan terus terjadi, warga muslim di Kota Bekasi diimbau agar malam tahun baru tidak diisi pesta pora di rumah atau jalanan.

Warga diajak menyambut pergantian tahun dengan mempernbanyak doa dan berdzikir atau memuji kebesaran Allah ta’ ala.

“Mengingat, fenomena beberapa hari ini terjadi musibah dan bencana alam serhadap Saudara-saudara kita. Bantu mereka dengan doa dan dengan segala kemampuan yang ada,” demikian maklumat Walikota Bekasi Dr H Rahmat Effendi mengimbau warganya, Jumat (28/12/2018).

Walikota sengaja mengeluarkan maklumat kepada warga khususnya kalangan muslim, disebarkan secara resmi tertanggal 28 Desember 2018 Nomor: 451/7335/Setda.Kessos

Berikut isi selengkapnya maklumat Walikota Bekasi;

1. Wujudkan Visi Kota Bekasi yang Cerdas, Kreatif, Maju, Sejahtera dan Ihsan.

2. Hidupkan suasana pergantian Tahun Baru 2019 dengan memperbanyak dzikir ( menggigat kebesaran Allah, red) dan doa di tempat masing-masing. Di antaranya, masjid/ mushola dalam berbagai kegiatan positif. Mengingat, fenomena beberapa hari ini terjadi musibah dan bencana alam terhadap saudara-saudara kita. Bantu mereka dengan doa dan dengan segala kemampuan yang ada.

3. Senantiasa meningkatkan rasa syukur, bermasalah dan memohon kekuatan kepada Allah SWT, untuk menghadapi pergantian Tahun Baru 2019 dengan semangat penuh harapan dan optimisme.

4. Ciptakan keamanan, ketertiban dan jauhkan kegiatan-kegiaga yang dapat menggangu kehidupan bermasyarakat terutama peredaran dan penyalahgunaan NARKOBA, perjudian, minuman keras, petasan, tawuran dan perbuatan pelanggaran asusila serta perkokoh dan pelihara rasa persatuan dan kesatuan diantara kita.

Sebelumnya, saat peristiwa tsunami menimpa Anyer, Sabtu (22/12/2018), 11 Staf Kelurahan di jajaran kota Bekasi ikut terkena musibah itu. Mereka kebetulan sedang menikmati libur akhir tahun di obyek wisata Tanjung Lesung,,Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Baca Juga:  Whisnu Sakti Buana resmi daftar Cawali Surabaya lewat PDIP

76 Warga Bekasi Ikut Korban

Beruntung, di antara para staf Kelurahan di Pekayon Jaya, Bekasi Utara itu tidak termasuk di antara ratusan korban yang meninggal akibat terjangan tsunami. Hanya empat orang yang mengalami luka. Tujuh lainnya selamat.

“Alhamdulilah, hanya empat orang butuh penanganan medis. Mereka mengalami luka-luka,” kata Sekretaris Kelurahan Pekayon Jaya, Encup Supratman.

Empat orang itu, yakni Yogi, Heri, Doni, dan Roni. Mereka ini saat ditemukan kondisinya terluka akibat terjangan tsunami. Tujuh lainnya berhasil menyelamatkan diri hingga tak menglami luka yang berarti.

Mereka yang selamat sempat panik, karena kawannya yang luka itu tidak langsung ditemukan. “Sebelumnya mah ilang gak ketemu. Tapi, ketemu sedang dirawat di RSUD Pandeglang,” cerita Encup.

Rombongan sebelas orang itu berlibur pakai mobil pribadi. Sebenarnya, Lurah Rahmat Jamhari juga ikut. Tapi, dia pulang lebih dulu sebelum terjadi musibah tsunami.

“Rombongan pergi ke Pandeglang, Jumat sore. Libur panjang,” ucap Encup seraya menambahkan, “Pak Lurah Sabtu pagi pulang lebih dulu ada urusan,”

Ada 65 orang lagi dari Kota Bekasi yang turut menjai korban tsunami Anyer. Mereka di antaranya, ada yang pengurus Partai Golkar Medansatria, Kota Bekasi. Empat orang di antaranya Sebagian besar warga Kotra Bekasi yang berlibur itu selamat. Praktis, total 76 warga Bekasi ikut jadi korban tsunami di Anyer. @sofie

foto: Ledakan Gunung berapi seperti Anak Krakatau menyebabkan tsunami. @ilustrasi/bbc