Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Datangi Polda Jatim untuk diperiksa, status DPO Bos Empire Palace sudah gugur
Rahmat Santoso melakukan konfirmasi dari Korea Selatan
HEADLINE

Datangi Polda Jatim untuk diperiksa, status DPO Bos Empire Palace sudah gugur 

LENSAINDONESIA.COM: Kasus hukum yang membelit pasangan suami istri (Pasutri) Gunawan Angka Widjaja dan Trisulowati Jusuf alias Chin Chin memasuki babak baru. Bos PT Blauran Cahaya Mulya (BCM) yang menaungi gedung The Empire Palace Jl Blauran, Surabaya, itu sudah menjalani pemeriksaan di Polda Jatim, Desember lalu. Pengusaha yang sempat dinyatakan masuk dalam DPO itu diperiksa bersama ibunya, Linda Anggreini, dengan didampingi pengacara Rahmat Santoso.

Sebelumnya Gunawan dan Linda Anggareni dilaporkan Trisulowati Jusuf alias Chin Chin, istri Gunawan, terkait dugaan pemalsuan akta otentik. Bahkan sempat dinyatakan sebagai DPO. “Ini sudah ada kemajuan. Yang bersangkutan sudah diperiksa. Kalau orang sudah diperiksa, berarti status DPO-nya sudah hilang, bukan DPO lagi. Sekarang masih terus berproses,” terang Direktur Reskrimum Polda Jatim, Kombespol Puguh Setiyono di Mapolda Jatim.

Terpisah, Rahmat Santoso, kuasa hukum Gunawan melalui pers rilisnya membenarkan jika kliennya sudah menjalani pemeriksaan di Polda Jatim. “Memang sudah diperiksa, saat itu saya dampingi,” ujar Rahmat Santoso yang sedang berada di Seoul, Korea Selatan, Sabtu 29 Desember 2018.

Menurutnya, Gunawan ingin segera menyelesaikan masalah rumah tangganya, meski sempat dinyatakan sebagai DPO karena 3 kali tidak memenuhi panggilan Polda Jatim. “Saya menjadi kuasa hukumnya ketika masalah ini sudah melebar ke mana-mana. Waktu itu saya bicara dari hati ke hati, sebenarnya apa masalahnya. Saya simpulkan, ini masalah rumah tangga biasa, setiap rumah tangga pasti mengalami masalah,” jelasnya.

Selain itu, salah satu alasan Gunawan Angka Widjaja memenuhi panggilan Polda Jatim karena rindu pada istri dan anak-anaknya, “Pak Gunawan ini mencintai istri dan anak-anaknya, itu salah satu alasan ingin segera menyelesaikan persoalan,” sambung pria yang menjabat Ketua Umum Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI) ini.

Baca Juga:  “Stop Hoax Indonesia”, ini semangat Hari Pahlawan di Yogyakarta

Terkait tidak ditahannya Gunawan, Rahmat Santoso mengatakan sepenuhnya kewenangan pihak penyidik. “Sebagai kuasa hukum, kami hanya mendampingi dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan, ” tandasnnya.

Rahmat juga berharap agar tidak ada lagi pihak-pihak yang memanaskan suasana sehingga masalah ini cepat selesai. “Sekali lagi, awal mula semua ini cuma masalah rumah tangga biasa dan bukan rumah tangga artis yang perlu dibesar-besarkan. Klien kami sudah sangat merindukan keluarganya untuk bisa kembali bersama,” tandasnya.

Terkait tudingan pemalsuan akta surat perdamaian hutang piutang antara Gunawan Angka Widjaja dengan ibunya, Linda Anggraeni yang laporkan Chin Chin ke Polda Jatim, dianggap Rahmat sebagai hal kurang masuk akal. Apalagi dengan alasan untuk menguasai harta gono-gini.

Sebab, selama ini Gunawan dan Chin Chin bekerja kepada Linda. Mertua Chin Chin ini sendiri sudah cukup dikenal sebagai salah satu pioner yang merintis Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) di Surabaya.

“Ibu Linda ini sudah tua dan semua orang tahu dia salah satu yang mengawali berdirinya PJTKI di Surabaya dan tidak pernah ada masalah. Di masa tuanya hanya ingin berkumpul sama anak cucu. Tidak ada niat jahat kepada orang, apalagi kepada Chin Chin yang masih anak menantunya sendiri,” jelas Rahmat.

Dijelaskan Rahmat, sejak awal Gunawan Angka Widjaja bergantung pada keuangan orangtuanya dalam menjalankan usahanya. “Sejak awal Gunawan usahanya hanya bergantung pada keuangan orang tuanya. Jadi kan wajar Gunawan harus mengembalikan uang ke orangtuanya,” tambahnya.

Perkara ini sendiri juga sudah dilakukan gelar perkara di Karowasidik Mabes Polri. Sehingga masih perlu pendalaman apakah akta itu palsu atau tidak. Termasuk, diperlukan pembanding jika memang itu palsu. “Kapan surat itu dibuat, kapan digunakan. Apa kerugian pelapor, semua masih harus dibuktikan. Kami sangat percaya penyidik Polri sangat profesional. Apapun keputusannya, akan kami hormati,” pungkasnya. @rofik

Baca Juga:  Terima kunjungan kartar Sampang, Hanafi Rais: Jika DPR didominasi anak muda wajah politik bisa lebih baik