Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mendatangi Bareskrim Polri, Kamis (3/1/2019) sekitar pukul 10.50 WIB, untuk mengadukan kasus hoax 7 kontainer surat suara dari China sudah tercoblos jelang Pilpres 2019.

Tjahjo tiba di Bareskrim, Gedung KKP, Jakarta Pusat dan langsung mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya akan melakukan pengaduan. “Saya mau mengadukan. Intinya mengadukan berita yang merusak demokrasi,” ujarnya sambil masuk ke dalam gedung.

Selang beberapa saat, Mendagri Tjahjo Kumolo keluar dari gedung dan memberi penjelasan kepada wartawan terkait masalah ini.

Tjahjo Kumolo meminta Bareskrim Polri mengusut tuntas kasus hoax 7 kontainer surat suara tercoblos. “Sebagai Mendagri, saya mendukung penuh upaya KPU yang siang ini akan melapor ke Bareskrim meminta pengusutan tuntas dan dicari siapa orang yang tidak bertanggungjawab pelaku penyebaran isu 7 kontainer itu. Kedua, kami juga meminta agar diusut tuntas siapa yang menyebarkan berita adanya data siluman 31 juta itu,” terangnya setelah bertemu dengan Kabareskrim Polri Komjen Arief Sulistyanto, Kamis (3/1/2019).

Tjahjo menyebut hoax surat suara tercoblos dan data siluman 31 juta pemilih merusak demokrasi. Padahal KPU, sebagai penyelenggara pemilu, sudah bekerja transparan dan sesuai dengan UU. “Dengan adanya isu 7 kontainer (surat suara) padahal belum dicetak, (serta) 31 juta data siluman, saya sebagai Mendagri mendukung KPU dan resmi minta Bapak Kabareskrim mengusut tuntas mencari siapa yang menyebarkan berita,” sambungnya.

Sebelumnya, KPU memastikan kabar surat suara tercoblos merupakan hoax. KPU saat ini mengumpulkan bukti-bukti untuk melaporkan pelaku penyebar hoax ke Bareskrim siang ini sekitar pukul 14.00 WIB.

Kasus hoax ini sendiri sempat ramai di medsos setelah Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief menuliskan cuit di akun twitter pribadinya tentang adanya kabar 7 kontainer surat suara dari China sudah dalam kondisi tercoblos, disimpan di Pelabuhan Tanjung Priok.

KPU yang merasa belum mencetak surat suara untuk Pilpres 2019 nanti langsung membantah. Apalagi setelah bersama TNI dan Polri mendatangi lokasi yang dimaksud, ternyata kabar itu bohong.

Belakangan Andi Arief menghapus cuitannya di Twitter. Namun sejumlah netizen sudah melakukan screnshots terhadap statusnya. @LI-15