LENSAINDONESIA.COM: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengumumkan tak ada kenaikan tarif listrik untuk semua golongan pelanggan di awal 2019 ini.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi menyampaikan,‎ tidak ada perubahan tarif listrik untuk periode Januari hingga Maret 2019, artinya tarif berlaku sama nominalnya dengan periode sebelumnya (Oktober-Desember 2018).

“Penetapan tarif tersebut ada dalam surat ke PT PLN (Persero) tanggal 31 Desember 2018,” tegas Agung, di Jakarta, Kamis (03/01/2018).

Pada September hingga November 2018, berpatokan dari ekonomi makro rata-rata per tiga bulan menunjukan perubahan. Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika (USD) menjadi Rp14.914,82 per USD, nilai ICP menjadi USD 71,81 per barel, dan tingkat inflasi rata-rata 0,12 persen

Dari perubahan tersebut, sebenarnya penyesuaian tarif tenaga listrik (tariff adjustment) harusnya naik dibandingkan yang berlaku sebelumnya. Namun, Pemerintah mempertahankan agar tarif listrik tidak naik.

Inilah tarif tenaga listrik Triwulan I 2019:

– Golongan pelanggan tegangan tinggi, yakni I-4 Industri besar dengan daya 30 MVA ke atas Rp997 per kWh. ‎

– Golongan pelanggan tegangan menengah, yakni B-3 Bisnis besar, dengan daya di atas 200 kVA dan P2 Kantor Pemerintah, dengan daya di atas 200 kVA Rp1.115 per kWh ‎

– Golongan pelanggan tegangan rendah, yakni R-1 Rumah tangga kecil dengan daya 1300 VA, R-1 Rumah tangga kecil dengan daya 2200 VA, R-1 Rumah Tangga menengah dengan daya 3.500-5.500 VA, R-1 Rumah tangga besar dengan daya 6.600 VA ke atas, B-2 Bisnis menengah dengan daya 6.600 VA sd 200 kVA, P-1 Kantor Pemerintah dengan daya 6.600 VA sd 200 kVA, dan Penerangan Jalan Umum Rp1.467 per kWh ‎

– Pelanggan Layanan Khusus, Rp1.645 per kWh untuk ‎

– Golongan rumah tangga daya 900 VA (R-1 900 VA-rumah tangga tidak mampu (belum diterapkan tariff adjustment). Rp1.352 per kWh. ‎

Berikut tarif tenaga listrik untuk 25 golongan pelanggan bersubsidi lain juga tak ada perubahan, bahkan besaran tarifnya tetap. Golongan pelanggan ini juga tetap disubsidi, termasuk pelanggan listrik usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bisnis kecil, industri kecil, dan kegiatan sosial.@L6,Eld-Licom