Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, melaporkan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief ke Bareskrim Polri, dengan dugaan menyebar berita bohong alias hoax terkait adanya 7 kontainer membawa surat suara tercoblos.

Laporan atas Andi Arief tertuang dengan nomor LP/B/0013/I/2019/BARESKRIM tanggal 3 Januari 2019. Andi dilaporkan atas dugaan kejahatan terkait pemilihan umum, penyebaran berita bohong (hoax), pencemaran nama baik melalui media elektronik, dan penghinaan.

TKN Jokowi-Ma’ruf Amin menilai cuitan Andi Arief seperti menuduh pasangan Capres no 1. “Jadi kami hadir karena penyebaran dan cuitan dari salah satu pengurus Partai Demokrat yang sepertinya menuduh paslon nomor urut 01 dalm Pilpres 2019, yakni Jokowi-Ma’ruf,” ujar Direktur TKN Jokowi-Ma’ruf Bidang Advokasi dan Hukum, Ade Irfan Pulungan, Kamis (3/1/2019).

Ade menjelaskan, pemberitaan surat suara tercoblos dapat menimbulkan kegaduhan dalam proses menuju Pemilu 2019. Menurutnya, Andi Arief diduga mendapat sumber adanya isu tersebut melalui grup WhatsApp. Oleh karena itu, dia meminta Bareskrim juga menyelidiki grup WA Andi Arief.

“Kami meminta Bareskrim segera memeriksa grup WA yang dia (Andi Arief) katakan dalam cuitannya itu. Dia kan mengatakan mendapatkan informasi dari situ. Grup WA yang mana? Itu yang harus dia buktikan. Apakah dia mendapatkan informasi dari satu grup WA atau banyak,” tegasnya.

Ade juga berharap sumber suara yang diduga berada dalam rekaman dapat segera terungkap, sehingga kasus hoax 7 kontainer kotak suara tercoblos ini secepatnya selesai. “Kami minta Bareskrim melacak itu. Kami yakin dan percaya Polri punya alat yang canggih. Karena ini masalah nasional, kami minta secepatnya diungkap dan ditutaskan karena ini mengganggu stabilitas demokrasi kita dan harus kita lawan berita hoax ini,” pungkasnya. @LI-15