Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Beredar sebuah video melalui media Malaysia The Star menunjukkan seorang pria yang diduga warga negara Indonesia (WNI) tengah menjadi sandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina.

Pria tersebut tampak memohon untuk dibebaskan.

Seperti dilansir The Star, Jumat (04/12/2019), WNI yang diduga berinisial SS itu terlihat berada di dalam sebuah lubang dan menangis memohon untuk dibebaskan.

Dalam rekaman video terdengar ucapannya: “tolong saya boss, tolong saya boss, tolong…”

Menurut keterangan pihak Filipina, video itu dikirim oleh Abu Sayyaf kepada pemilik kapal ikan. Kelompok ini menuntut tebusan untuk kebebasan SS.

Diketahui SS disandera bersama WNI lainnya Usman Yusof. Mereka diculik dari luar perairan Pula Gaya di Semporna. Usman berhasil melarikan diri dari penyanderanya pada 5 Desember lalu dan kembali ke keluarga.

Sementara SS hingga kini disandera bersama tiga korban sandera lainnya,-seorang warga Malaysia dan dua WNI,- yang diculik dari kapal nelayan di perairan Kinabatangan. Lokasi itu dekat dengan Tawi Tawi di Filipina.

Diyakini bahwa sebagian besar negosiasi dari sandera dilakukan langsung antara pihak Abu Sayyaf dengan keluarga atau pemilik kapal. Media Filipina melaporkan bahwa Abu Sayyaf menuntut 4 juta peso Filipina atau Rp1 miliar untuk kebebasan Usman dan SS.@LI-13