Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Polisi menetapkan LS dan HY sebagai tersangka kasus hoax 7 kontainer surat suara tercoblos. Namun karena ancaman hukuman di bawah 5 tahun, keduanya tak ditahan dan dipulangkan.

Kabag Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono, menjelaskan kedua tersangka dijerat dengan UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. “Jadi ada 2, LS dan HY. Dalam proses pemeriksaan semalam, keduanya ditetapkan sebagai tersangka tapi tak ditahan,” terangnya, Sabtu (5/1/2019).

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkap HY dan LS hanya berperan sebagai orang yang membantu menyebarkan hoax 7 kontainer surat suara tercoblos. Sedangkan kreator dan buzzer kasus hoax jelang Pilpres 2019 ini masih diburu polisi.

“Tersangkanya dibagi tiga. Kreator itu yang membuat, buzzer yang bertugas menyebar dan forwarder sebagai orang yang meneruskan. Langkah selanjutnya, polisi memburu dan akan menangkap keator dan buzzer kasus hoax ini,” pungkasnya. @LI-15