Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Istri Kasipenkum Kejati Jatim tuntut ringan pengedar pil koplo
Terdakwa kasus narkoba Avian Aviksa dan Jaksa Maryani Melindawati (belakang). FOTO: Rofik-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Istri Kasipenkum Kejati Jatim tuntut ringan pengedar pil koplo 

LENSAINDONESIA.COM: Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maryani Melindawati dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya mengumbar tuntutan ringan terhadap Avian Aviksa terdakwa pengedar retusan pil koplo.

Dalam membacakan tuntutan super singkat itu, istri dari Kasipenkum Kejati Jatim ini menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 197 UU RI no 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

“Menuntut terdakwa selama 1 tahun penjara, denda Rp 1 juta subsieder 1 bulan kurungan,” katanya dalam Sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (09/01/2019).

Usai mendengar tuntutan, terdakwa yang mengedarkan pil koplo kekalangan pelajar ini, meminta keringan terhadap Majelis Hakim yang dipimpin Yulisar.” Saya minta keringanan Pak Hakim, saya tidak akan mengulangi lagi,” ujar terdakwa.

Sidang yang dilanjutkan dengan putusan tersebut, Ketua Majelis Hakim Yulisar mengabulkan permohonan terdakwa dengan memberikan keringanan hukuman selama 2 bulan.

“Setelah melakukan pertimbangan dengan hakim anggota, dengan menyatakan dan memutuskan pidana terhadap terdakwa Avin Aviaksa selama 10 bulan penjara, dengan denda Rp 1 juta subsieder 1 bulan kurungan,” ujar Yulisar dalam membacakan amar putusan.

Penangkapan terhadap terdakwa ini, dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Winokromo, Selasa (02/10/2018) setelah mendapat laporan dari Guru SMK Wijaya Kusuma, Surabaya, yang sebelumnya melakukan razia internal sekolah terhadap tiga muridnya yang kedapatan membawa 230 pil koplo yang dibelinya secara patungan.

Dalam introgasi terhadap siswa yang masih duduk di kelas II tersebut, pihak guru mendapat nama terdakwa sebagai pengedar dan kemudian ditindaklanjuti dengan melapor ke Polsek Wonokromo.

Sementara, dari intrograsi polisi, terdakwa mengaku membeli 1000 Pil koplo dari Kecap (DPO) seharga Rp 1,1 juta, yang kemudian dijual Rp 20 ribu dalam 10 butirnya dimana pelanggannya banyak darinkalangan pelajar.@rofik

Baca Juga:  Polres Pelabuhan Tanjung Perak bongkar penyelundupan ratusan pil ekstasi